2025, Sektor TIK RI Tumbuh Tembus 8%
Jakarta, ID – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa sektor informasi dan komunikasi (infokom) atau teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia tumbuh 8,35% tahun 2025.
Pertumbuhan sektor TIK tersebut naik 0,78% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (2024) sebesar 7,57%. Pertumbuhan TIK seperti pada umumnya sektor-sektor lain di Tanah Air cendeung flat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Masih sama seperti tahun sebelumnya, pertumbuhan sektor TIK tahun 2025 juga tetap masih lebih bagus dibandingkan ekonomi nasional yang tumbuh 5,11%, atau naik 0,08% dibandingkan setahun sebelumnya 5,03%.
Pertumbuhan TIK di Tanah Air juga lebih bagus dibandingkan tiga sektor utama/strategis lain di Tanah Air, yakni pertambangan dan penggalian, perdagangan mobil dan motor, serta industri pengolahan/manufaktur.
Dibandingkan dengan 4 sektor strategis lain, pertumbuhan TIK menempati peringkat kedua. Peringkat pertama, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,78, atau naik tipis 0,09% dari setahun lalu 8,69%.
Dengan perumbuhannya tersebut, sektor TIK pun menjadi salah satu sumber penting pertumbuhan ekonomi nasional pada peringkat keempat dengan kontribusi 0,56% dari lima sektor kontributor utama.
Sektor industri manufaktur menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi 1,07%. Selanjutnya, industri perdagangan berkontribusi 0,72%, pertanian 0,60%, infokom/TIK 0,56%, serta sektor lainnya 2,16%.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi, yakni industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.
Sementara itu, dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi tahun 2025 terdiri atas industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan infokom.
“Sektor infokom bertumbuh terutama ditopang peningkatan trafik data (komunikasi data) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan bisnis serta kenaikan tingkat penetrasi internet di Indonesia,” ungkap Amalia, dikutip InfoDigital.co.id, Minggu (8/2/2026).
Serapan Tenaga Kerja
Seiring pertumbuhannya yang 8,35% tahun 2025, sektor TIK berkontribusi 0,73% terhadap total 147,01 jumlah penduduk Indonesia yang bekerja pada posisi akhir November 2025.
Selama Agustus 2025–November 2025, sektor usaha jasa infokom menjadi lapangan usaha yang mengalami peningkatan dan menyerap tenaga kerja nomor ke-14, yaitu sekitar 0,013 juta atau 13 ribu orang.
Sementara itu, pada periode yang sama, sektor pertanian menjadi lapangan usaha yang mengalami peningkatan dan menyerap tenaga kerja nomor pertama, yaitu sekitar 0,161 juta atau 161 ribu orang.
Data BPS juga menyebutkan, dari total total 147,01 jumlah penduduk Indonesia yang bekerja pada akhir November 2025, 38,81% bekerja menjadi buruh, 20,61% berusaha mandiri, 14,31% buruh tidak tetap, 12,88% pekerja keluarga/tak dibayar, dan 5,5% pekerja beban nonpertanian. (bdm)
Pertumbuhan 5 Sektor Utama RI
| Sektor | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 |
| Transportasi dan Pergudangan | 3,24 | 19,87 | 13,96 | 8,69 | 8,78 |
| Infokom/TIK | 6,82 | 7,74 | 7,59 | 7,57 | 8,35 |
| Pertambangan dan Penggalian | 4,00 | 4,38 | 6,12 | 4,90 | -0,66 |
| Perdagangan Mobil dan Motor | 4,63 | 5,52 | 4,85 | 4,86 | 5,49 |
| Industri Pengolahan/Manufaktur | 2,39 | 4,89 | 4,64 | 4,43 | 5,30 |
| Ekonomi Nasional | 3,70 | 5,31 | 5,05 | 5,03 | 5,11 |
Sumber: Budan Pusat Statistik 2025
Satuan dalam persentase (%)




