Infodigital.co.id

Tips Pola Hidup Sehat Ramadan hingga Lebaran

Ilustrasi Halodoc berbagi tips hidup sehat saat Ramadan. (Dok Halodoc)

Jakarta, ID – Bulan Ramadan 1447 Hijriah telah dimulai dan masuk pekan pertama puasa menjadi fase adaptasi penting bagi tubuh. Berikut tips Halodoc terkait pola hidup tetap sehat sejak awal ramadan hingga Lebaran.

Halodoc pun membuat laporan ‘Indonesia Health Insights Report 2026 Q1 dari Halodoc: Menjembatani Kesiapan dan Tantangan Kesehatan Selama Ramadan hingga Perayaan Idulfitri‘.

Intinya bahwa gangguan pencernaan menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak dikonsultasikan di awal periode puasa disertai peningkatan keluhan lain yang kerap luput dari perhatian, seperti jerawat dan gangguan siklus menstruasi yang berulang setiap tahun.

Board of Medical Excellence Halodoc dr Irwan Heriyanto, MARS, menjelaskan bahwa fase awal Ramadan merupakan periode adaptasi biologis yang krusial.

Perubahan rutinitas seperti jam makan dan tidur selama Ramadan mempengaruhi keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh. Kurang tidur, konsumsi makanan tinggi gula saat berbuka, serta perubahan pola hidrasi juga dapat memicu peradangan kulit.

“Pada sebagian orang yang terbiasa minum kopi setiap hari, penghentian asupan kafein saat mulai berpuasa juga dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi dan menimbulkan sakit kepala,” ujar dr Irwan, dikutip InfoDigitall.co.id, Kamis (19/2/2026).

Menurut dia, adaptasi tubuh dan tingkat stres selama puasa juga berdampak pada kesehatan reproduksi perempuan.

“Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan tubuh secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada kesehatan pencernaan saja,” jelasnya.

Gangguan Kesehatan

Sementara itu, gangguan pencernaan seperti mag dan GERD tercatat melonjak dibandingkan rata-rata mingguan sebelum puasa, dengan puncak keluhan yang konsisten muncul pada hari ke-3 Ramadan selama dua tahun terakhir.

Hal tersebut menunjukkan bahwa fase adaptasi tubuh paling berat terjadi di awal puasa. Bersamaan dengan keluhan tersebut, 68% pengguna Halodoc juga melaporkan pusing berputar, atau vertigo secara bersamaan.

Analisis data Halodoc menunjukkan bahwa vertigo selama Ramadan banyak dipicu oleh perubahan pola tidur, kelelahan, serta dehidrasi saat tubuh menyesuaikan diri dengan ritme biologis yang baru.

Selain keluhan yang umum terjadi tersebut, laporan juga menyoroti peningkatan gangguan kesehatan yang jarang disorot.

Pada minggu pertama puasa, keluhan gangguan menstruasi meningkat rata-rata +44% dibandingkan rata-rata mingguan sebelum Ramadan 2025. Sementara itu, konsultasi terkait jerawat meningkat sebesar +22%.

Sepanjang Ramadan, perempuan paling sering berkonsultasi mengenai telat haid, haid tertunda selama puasa, flek di luar jadwal, hingga nyeri haid yang terasa lebih berat dari biasanya.

Di sisi lain, keluhan kulit yang dilaporkan mencakup jerawat meradang, bruntusan, komedo, bekas jerawat yang memburuk, serta rasa gatal dan kemerahan yang dipengaruhi oleh perubahan pola tidur, konsumsi makanan manis saat berbuka, dan pergeseran rutinitas harian.

Tips dari Halodoc

Untuk membantu masyarakat menjalani minggu pertama Ramadan dengan lebih nyaman, Indonesia Health Insights Report 2026 Q1 juga merangkum sejumlah panduan atau tips praktikal yang disusun berdasarkan rekomendasi para dokter untuk menjaga kesehatan tubuh secara optimal.

Tips Jaga Kesehatan Pencernaan, Tenggorokan, dan Energi Tubuh

1. Terapkan pola minum bertahap 2–4–2 antara berbuka hingga sahur untuk menjaga hidrasi.

2. Tingkatkan konsumsi serat dan buah, serta batasi makanan tinggi gula dan minuman bersoda.

3. Tetap lakukan aktivitas fisik ringan untuk menjaga metabolisme tubuh.

4. Dukung daya tahan tubuh dengan asupan vitamin C dan Zinc sesuai kebutuhan.

Tips Jaga Kesehatan Kulit

1. Kurangi konsumsi makanan tinggi gula yang dapat memicu peradangan kulit.

2. Pastikan waktu tidur cukup dan kelola stres selama Ramadan.

3. Gunakan perawatan dasar kulit secara konsisten untuk menjaga skin barrier.

4. Lakukan konsultasi medis apabila jerawat memburuk atau sering kambuh.

Tips Jaga Kesehatan Reproduksi Wanita

1. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan pastikan kebutuhan cairan terpenuhi.

2. Atur kembali ritme tidur agar keseimbangan hormonal tetap terjaga.

3. Konsultasikan ke dokter jika memiliki riwayat nyeri haid berat, PCOS, atau siklus tidak teratur. (bdm)

Komentar

Iklan