Telkomsel Kuasai 67% Pasar Internet Kabel RI
Jakarta, ID – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), perusahaan telekomunikasi digital anak usaha dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, kini menjadi pemimpin pasar internet berbasis kabel serat optik (fixed broadband) di Indonesia dengan pangsa pasar (market share) sekitar 67%.
Saat ini, terdapat banyak penyedia layanan internet (internet service provider/ISP) berbasis kabel serat optik (fixed broadband) dengan jumlah pelanggan secara nasional tak kurang dari 25 jutaan.
Sementara itu, Telkomsel menawarkan layanan akses internet berkecepatan tinggi dengan memanfaatkan infrastruktur kabel telepon tembaga (digital subscriber line /xDSL) dan fiber di bawah merek IndiHome serta layanan akses nirkabel tetap atau sinyal radio (fixed wireless access/FWA) di bawah merek Orbit.
“Hal ini menjadikan Telkomsel sebagai operator dengan cakupan wilayah dan populasi terbesar di Indonesia dalam hal layanan fixed broadband,” ujar Analis Data OpenSignal Robert Wyrzykowski, dikutip InfoDigital.co.id, Sabtu (27/12/2025).
Selanjutnya, Indonesia Comnets Plus (PLN ICON+) menguasai pangsa pasar hampir 9% dari pasar fixed broadband dan MyRepublic menguasai sekitar 6,5%.
XLSMART, yang baru saja dibentuk setelah penggabungan XL Axiata dan Smartfren, memiliki lebih dari 6% pelanggan fixed broadband di Indonesia, melalui merek XL Home. Sisanya dikuasai yang kecil-kecil.
Selain penyedia layanan internet (internet service provider/ISP) tersebut, terdapat pemain fixed broadband lain yang masih kecil pangsa pasarnya antara lain Biznet Home, CBN, dan Oxigen.id.
Sementara itu, menurut TeleGeography, pangsa layanan internet fiber dalam total langganan broadband tetap telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, mencapai hampir 89%.
Sementara itu, layanan xDSL dan kabel terus kehilangan relevansinya di kalangan pelanggan lokal. Namun, secara keseluruhan, penetrasi layanan pitalebar tetap masih relatif rendah, hanya lebih dari 20% pada Juni 2025.
“Hal itu disebabkan oleh karakteristik geografis Indonesia yang unik, dengan populasi yang tersebar di seluruh kepulauan yang luas, sehingga menjadi tantangan yang signifikan bagi pertumbuhan layanan pitalebar tetap yang cepat,” imbuhnya.
Harapan Internet FWA
Untuk mempercepat jangakauan internet di Tanah Air, Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), pun telah mengalokasikan pita 1,GHz, Blok 80 MHz, untuk layanan FWA 5G.
Lelang yang telah dilakukan memunculkan dua pemenang, yakni PT Telemedia Komunikasi Pratama (anak PT Solusi Sinergi Digital/Surge Tbk dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic/Sinar Mas Group)
Sesuai kebijakan pemerintah, keduanya mulai berjualan Internet Rakyat berkecepatan 100 Mbps dengan tarif Rp100 ribu per bulan. Surge melayani Regional I serta MyRepublic akan melayani Regional II dan Regional III.
Regional I meliputi zona 4-10 di antaranya mencakup wilayah Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, serta Maluku dan Maluku Utara.
Wilayah Regional II antar lain terdiri atas Provinsi Aceh dan Sumatra Utara, Sumtra Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Sumtra Selatan, Bengkulu, Lampung, Bali, NTB, NTT, dan Provinsi Kepulauan Riau.
Wilayah Regional III mencakup Provinsi Sulawei Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawei Tengah, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, danProvinsi Kalimantan Timur. (bdm)




