81 Startup Indonesia Akhirnya Bertemu 80 Pemodal dari 13 Negara

81 Startup Indonesia Akhirnya Bertemu 80 Pemodal dari 13 Negara

Startup Indonesia bertemu pemodal di Bali. (Dok Komdigi)--

Jakarta, ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya telah berhasil mempertemukan 81 usaha rintisan berbasis teknologi (startup) Indonesia dengan 80 calon pemodal, yang terdiri atas  45 investor dan 35 korporasi, dari 13 negara.

Hal itu dilakukan Komodigi dalam gelaran HUB.ID Global Summit 2026 yang menjadi rangkaian Bali Tech Week (BTW) 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur pada 20–21 Oktober 2026. 

HUB.ID merupakan program 1-on-1 business matchmaking terkurasi yang diinisiasi oleh Komdigi sejak tahun 2022 guna menghubungkan startup berbadan hukum Indonesia dalam peluang investasi dan kolaborasi bisnis. 

Berfokus pada startup tahap awal (seed) hingga lanjutan (Seri B), setiap pertemuan di HUB.ID dikurasi berdasarkan tahap, sektor, dan kebutuhan kedua pihak, sehingga memiliki tujuan dan langkah lanjutan.

Pada 2026 ini, HUB.ID hadir dalam skala yang lebih besar. Sebelum gelaran HUB.ID Global Summit, empat seri Biz Dev Access telah dilakukan yang menghubungkan startup dengan korporasi di sektor fintech, manufaktur, supply chain, serta logistik untuk energi, pertanian, dan sustainability, untuk business process improvement. 

BACA JUGA:Bali Tech Week 2026 Jadwalkan 900 Pertemuan Bisnis Startup

HUB.ID Global Summit 2026 pun tidak hanya fokus mempertemukan startup dengan pemodal investor, tetapi juga menghadirkan korporasi, mulai dari BUMN, perbankan, hingga perusahaan internasional.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah pun menegaskan, BTW 2026 merupakan upaya kolaboratif untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia, termasuk startup. 

“Melalui HUB.ID Global Summit, kolaborasi ini diterjemahkan menjadi pertemuan bisnis yang terarah, membuka akses pendanaan, kemitraan strategis, dan pasar bagi inovasi Indonesia,” ujar Edwin, dikutip InfoDigital.

Menurut dia, Indonesia saat ini telah memiliki ekositem startup yang matang didukung oleh talenta dan inovasi digital, serta potensi pasar yang besar. 

Hanya saja, tantangan Indonesia adalah menghubungkan seluruh potensi startup tersebut agar menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar dan luas. 

“Kami ingin kemitraan yang dimulai di BTW 2026 berlanjut menjadi investasi dan kerja sama nyata, membantu startup tumbuh, memperkuat kemampuan industri, serta memperluas manfaat teknologi ke berbagai daerah,” tambahnya.

BACA JUGA:Babak Baru Investasi Startup Indonesia Dirumuskan

Sementara itu, kehadiran pemodal dari korporasi juga diharapkan akan memberikan peluang startup akses ke pasar yang lebih besar, bukan hanya mendapatkan suntikan modal.