Infodigital.co.id

Serangan NFC Curi Dana di Ponsel Naik 188%

Ilustrasi serangan siber berbasis NFC incar dolar AS. . (Dok Kaspersky)

Tren 2 Skema Serangan NFC

Sergey Golovanov, kepala ahli keamanan di Kaspersky, menjelaskan, saat ini, terdapat dua skema utama serangan berbasis NFC di dunia.

1.NFC Langsung

Penipu menghubungi korban melalui aplikasi pesan dan, dengan kedok memverifikasi identitas pengguna, menipunya untuk mengunduh malware yang disamarkan, misalnya, sebagai aplikasi keuangan.

Selanjutnya, korban diminta untuk menempelkan kartu bank ke ponsel pintar yang terinfeksi, serta memasukkan PIN kartu. Akibatnya, data kartu perbankan diserahkan kepada penyerang.

2.NFC Terbalik (Reverse).

Penipu mengirimkan aplikasi berbahaya kepada pengguna dan, menggunakan teknik rekayasa sosial, membujuk untuk mengatur aplikasi sebagai metode pembayaran nirsentuh utama pada ponsel pintar yang telah diretas.

Aplikasi tersebut akan menghasilkan sinyal NFC yang dikenali ATM sebagai kartu si penipu. Kemudian, korban dibujuk untuk pergi ke ATM dan menyetor dana ke ‘akun aman’ menggunakan ponsel yang terinfeksi. Pada kenyataannya, penipu telah menerima uang korban.

“Meskipun sebelumnya penyerang mengandalkan skema ‘NFC langsung’, sekarang ‘NFC terbalik’ tampaknya menjadi lebih umum,” komentar Sergey.

Bahaya dari skema yang lebih baru dan canggih tersebut merupakan jenis penipuan yang lebih sulit dideteksi dan dilawan.

Karena, korban sendiri yang mentransfer uang ke rekening penyerang siber NFC dan transaksi tersebut sulit dibedakan dari transaksi yang sah berlaku.

“Kami tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa malware relay NFC itu sendiri akan terus berevolusi dan jangkauan serangan akan meluas. Itulah mengapa ancaman ini harus dipantau lebih cermat,” imbuhnya.

Cara Lindungi Relay NFC

Sementara itu, untuk melindungi dari serangan relay NFC dan ancaman seluler lainnya, Kaspersky merekomendasikan tiga langkah sebagai berikut.

1.Hindari menginstal aplikasi dari sumber tidak resmi. Ini termasuk tautan yang dikirim melalui aplikasi perpesanan, media sosial, SMS, atau yang direkomendasikan selama panggilan telepon

2.Jangan pernah mengikuti instruksi dari orang asing di ATM, siapa pun mereka

3.Gunakan solusi keamanan komprehensif pada ponsel pintar Android untuk mencegah kunjungan ke situs phishing dari peramban web dan aplikasi pesan, serta menghentikan instalasi malware. (lmm)

Halaman: 1 2
Komentar

Iklan