Obligasi Indosat 2015 Seri D dan Sukuk Seri B Tak Ditransaksikan Lagi
Jakarta, ID – Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015 Seri D dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015 Seri B tak ditransaksikan lagi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai Senin (8/12/2025).
Keduanya sudah jatuh tempo dan dibayarkan pokoknya pada tanggal yang sama. Hal ini disampaikan oleh Kadiv Penilaian Perusahaan 2 BEI Adi Pratomo Aryanto dan PH Kadiv POP BEI Mulyana.
“Mulai tanggal 8 Desember 2025, efek sebagai berikut (Obligasi Berkelanjutan Indosat Tahap III Tahun 2015 seri D dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015 Seri B) tidak tercatat dan tidak dapat diperdagangkan lagi melalui BEI,” ungkap Adi dan Mulyana, dikutip InfoDigital.co.id.
Penjelasan lebih lanjut obligasi dan sukuk tersebut bisa dilihat di prospektus PT Indosat Tbk, atau dikenal juga Indosat Ooredoo Hutchison, perusahaan telekomunikasi digital di Indonesia dengan kode saham ISAT yang diterbitkan tahun 2015.
Pokok Obligasi Seri D senilai Rp162.000.000.000 memberikan tingkat bunga tetap 11,20% per tahun, berjangka waktu 10 tahun sejak tanggal emisi 8 Desember 2025, dan jatuh tempo tanggal 8 Desember 2025.
Sementara itu, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015 Seri B senilai Rp41.000.000.000 dengan cicilan imbalan ijarah Rp4.592.000.000, berjangka waktu 10 tahun sejak tanggal emisi 4 Desember 2015, dan jatuh tempo 8 Desember 2025.
Ketika diterbitkan, Obligasi Seri D mendapatkan peringkat AAA(idn) (Triple A) dan Sukuk Ijarah Seri B memperoleh peringkat idAAAsy (Triple A Syariah) dari PT Fitch Ratings Indonesia dan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Ketika itu, BCA Sekuritas, DBS Securties Indonesia, dan Indo Premier Securities bertindak sebagai penjamin pelaksana sekaligus penjamin emisi obligasi dan sukuk ijarah.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)/BRI Tbk bertindak seabagai wali amanah obligasi dan sukuk ijarah tersebut.
Pada perdagangan Jumat (5/12/2025), saham ISAT ditransaksikan menguat Rp40 (1,73%) ke penutupan Rp2.350. Sahamnya dibuka dari Rp2.320, serta sempat ke level terendah Rp2.310 dan tertinggi Rp2.370. (bdm)




