Mobile Banking BCA Layani 43 Juta Rekening
Jakarta, ID – Layanan mobile banking PT Bank Central Asia Tbk (BCA) saat melayani tak kurang dari 43 juta rekening. Nasabah pemilik rekening punya beragam aktivitas dan profesi, sehingga harus direspons dengan tepat, menjadi tantangan tersendiri.
BCA terus berupaya untuk mengoptimalisasi dan mempertahankan kualitas layanan mobile banking-nya. Pada saat yang sama, myBCA terus dikembangkan fiturnya.
SVP Transaction Banking Product Development BCA Fera Agustina mengatakan, salah satu layanan digital yang disediakan untuk merespons beragam kebutuhan nasabah adalah myBCA.
Platform digital dari BCA tersebut kerap diperbarui dan ditambah fiturnya, menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan nasabah.
“Kami terus mengamati perilaku transaksi nasabah dan mencoba menyelesaikannya dengan perkembangan teknologi,” ungkap Fera, dikutip InfoDigital.co.id, Kamis (26/2/2026).
Terbaru, aplikasi myBCA diperbarui dengan penambahan fitur Poket Rupiah dan layanan myBCA on Smartwatch.
Kedua fitur tersebut mempermudah nasabah mengakses layanan keuangan BCA dari smartwatch dan mengatur berbagai keperluannya dari satu rekening.
Hingga kini, ada sekitar 90 ribu nasabah yang menggunakan myBCA on Smartwatch. myBCA on Smartwatch merupakan produk yang lahir dari perkembangan gaya hidup masyarakat.
Maraknya penggunaan smartwatch membuat kebutuhan untuk mendapatkan akses layanan keuangan secara mudah makin menguat.
Melalui myBCA on Smartwatch, nasabah kini pun tak perlu khawatir apabila mau bertransaksi namun lupa atau sulit menggunakan smartphone dan kartu debit/kredit.
Nasabah dapat menyelesaikan transaksi seperti pembayaran menggunakan QRIS Bayar, QRIS Tap (khusus pengguna WearOS), dan mengecek saldo langsung dari jam pintarnya.
“Aplikasi myBCA on Smartwatch memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi perbankan praktis melalui jam pintar. Kami berusaha untuk menjawab kebutuhan nasabah saat ini,” tuturnya.
Fitur Poket Rupiah
Sementara itu pada produk Poket Rupiah, nasabah bisa memanfaatkan fitur subrekening untuk memisahkan saldo hingga 20 kantong dalam mata uang rupiah langsung dari aplikasi tanpa biaya tambahan.
“Fitur ini tidak hanya digemari Gen Z, tetapi juga ibu rumah tangga yang memegang anggaran belanja keluarga. Selain itu, para pekerja yang perlu memisahkan anggaran belanja sesuai pos pengeluaran,” kata Fera.
Fera mengatakan Poket Rupiah ini akan mengarahkan para nasabah untuk lebih disiplin dalam mengelola keuangan, terutama mengajak nasabah untuk membudayakan kebiasaan menabung.
“Bahkan, ada fitur Money Lock untuk mengurangi ke-FOMO-an dan impulsivitas,” pungkas Fera. (abm)




