Infodigital.co.id

Grab Miliki 3,7 Juta Mitra Pengemudi

GrabCar layani penumpang. (Foto: Dok Grab)

Mitra Sepeda Motor

Untuk kategori mitra pengemudi roda dua, terlihat pola yang makin menegaskan karakter fleksibel industri ini. Mereka juga dikelompokkan menjadi mitra sebagai penghasilan utama dan sampingan sesuai dengan pilihan intensitas kerja dan kebutuhan masing-masing individu.

Pada kategori mitra pengemudi roda 2 penghasilan utama, aktivitas mengemudi dibagi menjadi nafkah utama dan penghasilan rutin. Sekitar 1–2% merupakan mitra menjadikan ojol sebagai nafkah utama dengan tingkat penyelesaian pesanan (order) yang tinggi.

Kelompok mitra tersebut mampu memperoleh pendapatan di atas Rp10 juta per bulan, dengan rata-rata lebih dari 28 order per hari narik. Sementara itu, 14–15% mitra pada kategori penghasilan rutin dengan kisaran pendapatan Rp4-10 juta per bulan dengan rata-rata 15 order per hari.

Bagi kelompok tersebut, keputusan menjadi mitra pengemudi adalah sumber penghasilan utama yang dijalani secara konsisten untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Di sisi lain, pada kategori mitra pengemudi roda 2 sebagai penghasilan sampingan, komposisinya relatif seimbang. Sekitar 41–42% berada dalam kategori penghasilan tambahan Rp1–4 juta per bulan, dengan durasi kerja sekitar 2–4 jam dan sekitar 6 order per hari.

Pada umumnya, mereka memiliki pekerjaan utama lain dan mulai narik di platform setelah jam kerja atau di waktu senggang tertentu.

Sementara itu, 42–43% lainnya tergolong penghasilan sesekali dengan pendapatan hingga Rp1 juta per bulan, biasanya narik 1–2 jam atau hanya di akhir pekan dengan rata-rata 4 order per hari.

Pola tersebut menunjukkan bahwa mitra dapat menyesuaikan frekuensi narik dan kebiasaan kerja secara fleksibel sesuai kebutuhan ekonomi masing-masing.

Kebijakan Grab

Karena kondidi tersebut, lanjut Neneng Gunadi, setiap kebijakan, dukungan, dan apresiasi yang Grab berikan kepada mitra pengemudi selalu didasarkan pada tingkat produktivitasnya.

Dalam sistem yang fleksibel, pendekatan yang adil adalah pendekatan yang proporsional. Mitra yang narik dan konsisten tentu membutuhkan bentuk dukungan berbeda dibanding mitra hanya narik sesekali.

“Kebijakan berbasis kinerja bukanlah bentuk pembatasan, melainkan upaya untuk memastikan adanya sistem yang adil, utamanya bagi mereka yang berkontribusi lebih dalam ekosistem,” tuturnya.

Sejalan dengan prinsip tersebut, bentuk dukungan yang diberikan Grab pun dirancang tidak hanya relevan secara ekonomi, tetapi juga bermakna secara personal.

Selaras dengan komitmen tiga babak ‘Grab untuk Indonesia’ yang diluncurkan pada 13 Januari 2026 lalu, khususnya Babak 2, yakni ‘Memberi Makna’.

Grab pun memberikan berbagai inisiatif penghargaan dirumuskan bagi mitra yang menunjukkan komitmen dan konsistensi tinggi, termasuk apresiasi spesial yang dihadirkan pada momen Ramadan.

Satu di antaranya, di bulan Ramadan 2026 yang penuh berkah ini, Grab menghadirkan tanda kasih sebagai wujud terima kasih yang tulus kepada para mitra pengemudi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk membantu dan menginspirasi sesama.

“Melalui program ‘Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis’, Grab menyediakan 105 paket umrah sebagai bentuk penghormatan atas kebaikan dan perjuangan mereka,” tutur Neneng Goenadi. (abm)

Halaman: 1 2
Komentar

Iklan