Galaxy AI Dikembangkan Jadi Multi-Agent
Jakarta, ID – Samsung Electronics Co Ltd, vendor produk elektronik dan perangkat pintar asal Korea Selatan, mengumumkan kelanjutan pengembangan Galaxy AI menjadi ekosistem multi-agent yang kaya, terbuka, dan terintegrasi.
Galaxy AI pun dibuat untuk menghadirkan layanan AI yang benar-benar terintegrasi di dalam sistem operasi perangkat. Galaxy AI beroperasi di seluruh sistem perangkat dengan memahami konteks dari pengguna, sehingga interaksi terasa lebih natural dan relevan.
Pendekatan tersebut membuat pengguna tak perlu berpindah-pindah aplikasi atau mengulang-ulang perintah, karena Galaxy AI dapat bekerja di background.
Dengan pendekatan tersebut, Samsung menghadirkan pengalaman dari layanan pendukung seperti Perplexity dengan tetap menjaga semuanya terintegrasi secara mulus di dalam ekosistem Galaxy.
“Galaxy AI berperan dalam menyatukan berbagai AI dalam satu pengalaman yang natural dan kohesif,” ujar President, Chief Operating Officer (COO) dan Head of the R&D Office, Mobile eXperience (MX) Business, Samsung Electronics Won-Joon Choi, dikutip InfoDigital.co.id, Senin (23/2/2026).
Menurut dia, Samsung berkomitmen untuk membangun ekosistem AI yang terintegrasi, terbuka, dan inklusif, sehingga pengguna memiliki lebih banyak pilihan, fleksibilitas, dan kontrol untuk menyelesaikan berbagai hal yang kompleks dengan cepat dan mudah.
Seiring upayanya dalam mengembangkan ekosistem AI yang inklusif, termasuk lewat kolaborasi dengan berbagai mitra tepercaya, Samsung juga akan tetap fokus menghadirkan pengalaman yang dapat diakses dan digunakan dengan mudah oleh semua pengguna.
Detail lebih lanjut mengenai perangkat yang mendapatkan pembaruan tersebut dan fitur-fitur terkait lainnya akan diumumkan dalam waktu dekat.
Hadirkan Perplexity
Sebagai bagian dari pengembangan Galaxy AI yang multi-agent AI, Samsung pun akan menghadirkan Perplexity sebagai agen AI tambahan pada perangkat flagship Galaxy mendatang.
Pengguna dapat mengakses Perplexity dengan mengucapkan, “Hey Plex,” atau melalui kontrol khusus seperti menekan lama tombol samping, sehingga bantuan yang sesuai konteks dapat diakses dengan mudah kapan pun dibutuhkan.
Sementara itu, agen AI Perplexity terintegrasi secara mendalam di sejumlah aplikasi Samsung, seperti Samsung Notes, Clock, Gallery, Reminder, dan Calendar, serta beberapa aplikasi pihak ketiga, sehingga alur kerjanya menjadi lebih lancar.
Pengguna pun akan bisa melakukan banyak hal secara seamless tanpa harus buka banyak aplikasi secara manual. Pendekatan ini menghadirkan pengalaman penggunaan AI yang lebih kaya dan fleksibel bagi pengguna perangkat Galaxy.
Aktivitas Lebih Sederhana
Sesuai visi Samsung dalam memfokuskan AI untuk membuat aktivitas sehari-hari jadi lebih sederhana, Galaxy AI pun dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai hal dengan lebih banyak kebebasan, fleksibilitas, dan kendali.
Apalagi, temuan terbaru menunjukkan bahwa makin banyak orang yang menggunakan lebih dari satu agen AI berdasarkan kebutuhannya, seiring bertambahnya peran AI di keseharian.
Hampir 8 dari 10 pengguna kini mengandalkan lebih dari dua jenis agen AI. Menanggapi perubahan tersebut,
Samsung terus mengembangkan Galaxy AI demi menghadirkan berbagai pilihan agen AI terintegrasi. Tujuannya agar pengguna bisa memilih fungsi AI yang paling sesuai dengan kebutuhan, preferensi, dan kebiasaannya. (abm)




