Divisi Ponsel Huawei Taklukkan Perang Dagang AS

Jakarta, ID – Divisi bisnis ponsel pintar (smartphone) Huawei, perusahaan teknologi global China, mampu mencapai titik tertinggi baru pada 2024 meskipun ada larangan/perang dagang dari Amerika Serikat (AS) sejak tahun 2019.
Meskipun membutuhkan upaya lebih keras dan telah menjadi keharusan bagian konstan dalam perjalanan perusahaan, tampaknya Huawei belajar untuk mengatasinya dan justru mampu mencapai tonggak baru di sepanjang perjalanan bisnisnya karena hambatan.
Sebuah laporan baru-baru ini juga mengisyaratkan bahwa Huawei boleh mengklaim kemenangan atas larangan/perang dagang AS dengan dukungan utama dari pendapatan divisi ponsel pintar yang diperoleh tahun 2024.
Huawei mengumumkan total pendapatan sebesar US$118 miliar (860 miliar yuan) dalam laporan tahunan 2024. Ini menjadi pengumpulan pendapatan yang cukup mengejutkan dan sudah mencapai pendapatan tertinggi seperti tahun 2019/2020.
Terakhir kali, perusahaan memperoleh angka sebesar itu lima tahun yang lalu, sebelum sanksi AS menimpanya, yakni pada 2019. Periode pertama Presiden AS Donald Trump menggelorakan perang dagang dengan China, dan Huawei menjadi sasaran karena simbol keunggulan teknologi China.
Chairman Huawei Liang Hua/Howard Liang mengungkapkan bahwa total pendapatan tahunan Huawei mampu melampaui US$118 miliar tahun 2024. Dia menyampaikannya dalam sebuah acara di Guangzhou, China.
Menurut Huaweicentral, Liang mengungkapkan hal tersebut sebagai materi pidato utama pada Province High-Quality Development Forum yang juga menceritakan pencapaian Huawei dalam setahun terakhir.
Dalam pidatonya, ia menyebutkan bahwa 2024 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi Huawei. “Namun, perusahaan berhasil menghadapi setiap situasi tersebut dan tampil cemerlang,” ungkap Liang, dikutip InfoDigital.co.id, Selasa (1/4/2025).
Perang Dagang AS
AS telah menghentikan impor produk-produk Huawei sejak 2019, termasuk ponsel, dengan alasan keamanan nasional. Itu termasuk larangan perusahaan AS untuk memasok komponen teknologi ke Huawei, termasuk chip.
Larangan tersebut sampai sekarang juga masih berdampak karena perusahaan tidak dapat mengakses alat pembuat chip canggih atau produk teknologi AS. Bahkan, Huawei dilarang memakai sistem operasi Android, aplikasi terpopuler dari Google untuk perangkat mobile, dan kini telah menggantinya dengan HarmonyOS.
Karena hambatan itu, Huawei memutuskan untuk menjadi lebih independen dengan mengembangkan teknologi dan solusi internal teknologi. Hasilnya lainnya, pada 2023, antara lain Huawei menghasilkan ponsel Mate 60 Pro yang ditenagai chip Kirin 9000s 5G. Kemudian, perusahaan juga terus membangun chip 5G terbaru.
Penciptaan HarmonyOS, chip Kirin, fitur AI, dan perangkat inovatif seperti Mate XT tri-fold (ponsel lipat tiga pertama di dunia) membuat konsumen terkesan dan menghasilkan penjualan ponsel Huawei yang melonjak.
Karena itu, setelah sempat mencapai pendapatan 890 miliar yuan tahun 2019/2020, pada akhirnya, Huawei kembali mencapai puncaknya kembali setelah empat tahun, yakni pada 2024.
Huawei telah ‘mengamankan ketinggian baru’ tidak hanya dalam bisnis telepon pintar, tetapi juga dalam kategori server AI dan bisnis mengemudi pintar.
Liang mengatakan bahwa bisnis telepon pintar Huawei telah kembali tumbuh, sektor solusi mobil pintar berkembang pesat, dan pendapatan Huawei pada akhirnya melampaui 860 miliar yuan pada 2024.
Terus Berinovasi
Huawei kini pun telah bangkit kembali dan mencapai level terbaiknya. Huawei mulai menarik minat penggunanya dengan produk-produk yang luar biasa tahun 2025 ini. Ponsel Pura X yang dirilis 20 Maret 2025 pun kini telah resmi hadir dengan tampilan yang tak terbayangkan dengan fitur-fitur AI.
Pura X disebut merupakan perpaduan sempurna antara seni dan inovasi. Perangkat lipat vertikal (vertical foldable) ini tidak hanya mengesankan dengan tampilannya, tetapi juga fitur internalnya.
Hal yang menarik, Huawei Pura X Foldable memiliki layar lebar seperti tablet dengan perbandingan 16:10, ringan dan andal, telah mendukung HarmonyOS AI, layar penutup yang lebih cerdas dan besar, serta kamera multispektral.
Kini, Huawei juga dikabarkan tengah menyiapkan perangkat PC jinjing/notebook/laptop terbarunya yang bersistem operasi HarmonyOS, yang kabarnya digabungkan dengan fungsi tablet dan ponsel pintar. Sebuah inovasi yang akan mencengangkan jika terealisasi.
Huawei telah mengisyaratkan dapat menghadirkan form factor baru ke notebook yang akan datang tersebut dan memasang sistem operasi HarmonyOS di dalamnya melalui Windows. (bdm)