Infodigital.co.id

Awas, Penipu Digital Beraksi Jelang BTS World Tour

Contoh web penipuan yang jual keanggotaan klub penggemar BTS. (Dok Kaspersky)

Jakarta, IDKaspersky, perusahaan konsultan dan penyedia solusi sekuriti siber asal Rusia, telah menemukan penipuan digital yang menargetkan penggemar K-Pop BTS setelah pengumuman tur dunia Arirang World Tour.

Melihat jadwal Arirang World Tour BTS, 4 negara di Asia Tenggara akan disinggahi, yakni Bangkok (Thailand) 3-6 Desember 2026, Kuala Lumpur (Malaysia) 12-13 Desember 2026, Singapura 17,19,20, 22 Desember 2026, dan Jakarta (Indonesia) 26-27 Desember 2026.

Sementara itu, sejauh ini, penipu digital telah beraksi dengan membuat situs web palsu yang antara lain meniru platform fandom resmi BTS, Weverse. Penipu memikat penggemar yang tidak waspada agar membeli tiket tur.

“Masa antusiasme dan antisipasi menjelang konser selebritas sayangnya juga menciptakan peluang ideal bagi penjahat siber,” kata Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky Adrian Hia, dikutip InfoDigital.co.id, Jumat (20/2/2026).

Menurut dia, penjahat digital sering memanfaatkan perasaan gembira dan urgensi yang dialami individu karena dapat mengesampingkan rasa waspada dan mengurangi kecenderungan untuk mengobservasi.

Karena itu, saat memasuki tahun 2026 dengan banyaknya konser K-Pop yang direncanakan di Asia-Pasifik, sangat penting bagi kita untuk berhati-hati dan mengambil langkah proaktif dalam melindungi diri dari penipuan.

“Ini terutama karena AI terus meningkatkan kemampuan penipuan mereka,” imbuhnya.

Situs Web Palsu

Setelah pengumuman resmi tur dunia BTS tahun 2026, penjahat siber langsung aktif memanfaatkan antusiasme penggemar untuk meluncurkan penipuan terkait euforia tersebut.

Meniru platform fandom resmi BTS, Weverse, situs web palsu pun terlihat menjual tiket keanggotaan. Namun, kenyataannya, situs-situs tersebut tidak memiliki afiliasi dengan HYBE, BTS, atau Weverse. Situs dirancang untuk menipu penggemar yang tidak menaruh rasa curiga.

Selain kehilangan uang dari pembelian awal, individu penggemar BTS mungkin menghadapi kerugian finansial yang lebih besar karena penipu dapat memanfaatkan kredensial yang dicuri untuk memperluas kampanye penipuan mereka.

Penelitian terbaru Kaspersky juga mengungkap bahwa data pribadi yang dikumpulkan melalui situs phishing, bahkan dapat dijual di pasar gelap daring (dark web) untuk digunakan dalam serangan tertarget.

Kredensial tersebut, setelah bocor, memungkinkan penjahat siber untuk membuat berbagai penipuan yang sangat personal, mengubah korban sekali waktu menjadi target jangka panjang untuk penipuan finansial dan identitas.

Cara Hindari Penipuan Digital

Sementara itu, untuk menghindari menjadi korban penipuan digital, Kaspersky pun menyarankan beberapa langkah/cara mengatasinya sebagai berikut.

1. Verifikasi keaslian toko online sebelum melakukan pembelian. Selalu periksa kembali URL, ejaan nama merek, dan apakah situs tersebut merupakan pengecer resmi atau mitra resmi.

2. Gunakan metode pembayaran terpercaya saat membeli barang secara online.

3. Gunakan solusi keamanan yang andal, antara lain Kaspersky Premium, yang dapat mendeteksi halaman berbahaya dan memblokir upaya phishing.

4. Aktifkan otentikasi multifaktor dan pantau akun. Aktifkan 2FA untuk layanan pembayaran dan perbankan online, dan periksa laporan rekening bank secara berkala untuk setiap transaksi yang tidak sah.

5. Pastikan penjelajahan yang aman dengan VPN yang aman, antara lain Kaspersky VPN, yang melindungi alamat IP dan mencegah kebocoran data. (lmm)

Komentar

Iklan