Kaspersky Berbagi 5 Tips Lindungi Anak di Ruang Digital

Jumat 06-11-2026,14:30 WIB
Reporter : AF Rahmani
Editor : Abdul Muslim

Hal itu dapat mencakup pengecekan nama, nama panggilan, alamat e-mail, dan profil media sosial, serta meninjau akun lama yang mungkin tidak lagi digunakan.

Praktik ini dapat membantu keluarga mengidentifikasi informasi yang sudah usang, profil yang terlupakan, atau akun yang dibuat bertahun-tahun lalu yang masih berkontribusi pada jejak digital anak. 

Penghapusan jejak digital sepenuhnya adalah hal yang mustahil, tetapi dapat dikurangi dan dikelola dari waktu ke waktu. 

Bagi pengguna yang lebih muda, ini dapat menjadi kebiasaan digital sederhana, yakni memahami informasi apa tentang yang ada secara online dan mengapa itu penting. 

Mereka juga perlu mengenal istilah ‘jejak digital’, misanya melihat dengan solusi Alfabet Keamanan Siber Kaspersky yang dapat membantu memperkenalkan konsep keamanan siber dasar, aturan kebersihan siber, dan kebiasaan online yang aman dalam format yang mudah diakses.

BACA JUGA:6 Bulan PP Tunas, 28 Juta Anak Kini Terlindungi di Ruang Digital

3. Bagikan informasi pribadi lebih sedikit 

Banyak layanan online mendorong pengguna, termasuk anak, untuk memberikan lebih banyak informasi pribadi daripada yang diperlukan. 

Anak-anak dan remaja mungkin tidak selalu memikirkan, mengapa sebuah aplikasi meminta akses ke lokasi, kontak, foto, atau data pribadi lainnya.

Keluarga pun dapat mendiskusikan pertanyaan penting sebelum mengisi formulir, membuat profil, atau mengaktifkan izin, "Apakah saya benar-benar perlu membagikan informasi ini untuk menggunakan layanan ini?" 

Upaya mengurangi berbagi data yang tidak perlu akan membantu pembatasan jumlah informasi yang tersedia tentang seorang anak dan mengurangi potensi risiko jika akun atau layanan tersebut disalahgunakan. 

4. Tinjau pengaturan privasi secara berkala

Pengaturan privasi bukanlah sesuatu yang hanya perlu disesuaikan sekali saat akun dibuat. Berbagai platform sering kali mengubah fitur dan pengaturan bawaannya. 

Sementara itu, anak-anak mungkin mulai menggunakan layanan baru, atau menjadi lebih aktif secara daring seiring berjalannya waktu.

Keluarga pun dapat meninjau secara berkala, siapa saja yang dapat melihat unggahan, menghubungi anak, serta informasi apa saja yang terlihat di profilnya.

BACA JUGA:Meta Didesak Percepat Penonaktifan Akun Anak di Indonesia

Kategori :