Penggunaan sensor elektronik memungkinkan petani memantau pertumbuhan tanaman, mendeteksi hama, mengukur unsur hara tanah, serta memperkirakan kebutuhan air dan perubahan iklim.
Teknologi pun tersebut mampu membantu peningkatan efisiensi produksi sekaligus memperkuat perencanaan rantai pasok.
“Kita tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan alat-alat digital, tapi bagaimana kemampuan digital kita itu bisa memberikan solusi,” pungkas Wamenkomdigi. (abm)