AI Bisa Percepat Pembangunan Daerah Meski Infrastruktur Terbatas

Rabu 04-11-2026,09:01 WIB
Editor : Abdul Muslim

Jakarta, ID – Pengembangan model artificial intelligence (AI) bisa menjadi solusi untuk mempercepat kemajuan daerah di tengah keterbatasan infrasktruktur digital daerah yang umumnya masih kurang canngih.

Selain ituk, pengembangan talenta dan kemampuan mengadaptasi teknologi sesuai kebutuhan masyarakat menjadi kunci membuka potensi ekonomi di daerah.

Daerah pun dapat memanfaatkan teknologi digital untuk menyelesaikan persoalan pembangunan tanpa harus menunggu ketersediaan infrastruktur secanggih negara maju. 

“Kita perlu berpikir, apa yang bisa kita lakukan dengan sumber daya yang kita miliki dan bagaimana kita menggerakkan talenta-talenta untuk bisa mengatasi keterbatasan yang ada,” ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, dalam Sarasehan Pembangunan Daerah di Kampus Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh Barat, dikutip InfoDigital Selasa (03/11/2026).

BACA JUGA:Peta Jalan AI Nasional Dirancang Maksimal 5 Tahun, Regulasi Etika AI Disiapkan

Menurut dia, keterbatasan infrastruktur maupun anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi daerah untuk berhenti mencari solusi pembangunan yang lebih baik. 

Pemerintah daerah pun perlu mengoptimalkan sumber daya manusia yang tersedia serta mengembangkan pendekatan baru dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial.

Pemanfaatan AI di Tiongkok

Nezar mencontohkan, perkembangan industri A) di Tiongkok yang mampu menghasilkan teknologi kompetitif meskipun menghadapi pembatasan akses terhadap perangkat komputasi canggih. 

Melalui penguatan riset dan kemampuan sumber daya manusia, negara tersebut berhasil mengembangkan sejumlah model AI yang bersaing dengan negara barat.

“Model AI tersebut kini menjadi pilihan di dunia, mampu bersaing meskipun menggunakan infrastruktur yang lebih rendah dari kompetitornya. Kekuatannya adalah di talenta digitalnya,” kata Wamen Nezar.

BACA JUGA:Cara Wujudkan Ekonomi AI Indonesia Rp5,8 Kuadriliun pada 2030

Karena itu, ia menekankan bahwa strategi transformasi digital Indonesia, termasuk di tingkat daerah, perlu lebih diarahkan pada kemampuan mengadopsi teknologi yang telah tersedia. 

“Bagaimana kita mengadopsi dan mengadaptasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan kita dan bisa menjawab secara konkret kebutuhan-kebutuhan praktis di tengah masyarakat,” jelasnya.

Nezar juga mencontohkan pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pertanian di Tiongkok. 

Kategori :