Aksara Jawa dan Pegon Kini Bisa Jadi Nama Domain Internet

Kamis 15-10-2026,06:20 WIB
Editor : Abdul Muslim

"Kami ingin warisan aksara Indonesia tidak hanya terdokumentasi, tetapi benar-benar hidup dan digunakan di ruang digital," ujar dia.

PANDI pun mendorong agar momentum pengakuan ICANN untuk aksara Jawa dan Pegon itu dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor. 

Digitalisasi aksara Nusantara dinilai membutuhkan sinergi kuat dan dukungan aktif dari pemerintah daerah, komunitas, akademisi, hingga lembaga kebudayaan.

Langkah tersebut dipandang penting bukan sekadar untuk menjaga warisan masa lalu, melainkan untuk memastikan identitas bahasa dan budaya Indonesia tetap hadir dan relevan di masa depan internet global.

BACA JUGA:Pengguna Domain .id Tembus 1,3 juta

Aksara Nusantara Lain

Selain aksara Jawa dan kelompok aksara berbasis Arab Pegon, PANDI saat ini  tengah mengawal aksara Batak, Bugis, dan Sunda yang telah diajukan ke ICANN.

Ketiga aksara tersebut sedang menjalani serangkaian proses menuju Reference LGR yang meliputi kajian karakter, dokumentasi linguistik, validasi komunitas, serta sinkronisasi dengan standar teknis internasional.

Di sisi lain, upaya digitalisasi itu masih menemui sejumlah tantangan. Aksara Kawi misalnya, hingga saat ini belum diajukan dalam proses LGR karena Unicode atau standar industri global masih mengategorikannya sebagai aksara historis (historical script) dari abad ke-8 hingga ke-16, sehingga penerapannya membutuhkan kajian lebih lanjut.

Sementara itu, untuk aksara Makassar dan Rejang, PANDI telah menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan di daerah, meskipun tindak lanjutnya dinilai belum berjalan optimal. (abm)

Kategori :