Infodigital.co.id

Jutaan Exploit dan RDP Serang Perusahaan RI

Ilustrasi kerawanan di ruang siber. (Dok ManageX)

Jakarta, IDKaspersky, perusahaan konsultan dan penyedia solusi keamanan siber global asal Rusia, menemukan jutaan serangan Exploit dan RDP yang menargetkan jaringan perusahaan di Indonesia (RI).

Tahun 2025, data Kaspersky mencatat, Indonesia memimpin deteksi serangan terkait exploit B2B sebanyak 932.051 kasus. Di sisi lain, Indonesia mencatat volume serangan RDP sebanyak 10.500.709 insiden.

Exploit dan serangan Remote Desktop Protocol (RDP) terus menargetkan jaringan perusahaan RI. Pada 2025 saja, serangan yang diblokir solusi bisnis Kaspersky di seluruh wilayah tersebut pun tetap berjumlah jutaan.

Exploit merupakan kode berbahaya yang memanfaatkan kerentanan perangkat lunak yang belum ditambal, terus menjadi salah satu titik masuk utama bagi penyerang.

Sementara itu, serangan RDP, yang menargetkan layanan akses jarak jauh yang terekspos melalui serangan pencurian kredensial  (brute-force) secara konsisten untuk mendapatkan kendali atas jaringan perusahaan.

Seiring perusahaan di sini terus memperluas jejak digital dan kemampuan akses jarak jauhnya, kedua serangan itu pun tetap menjadi salah satu metode paling efektif oleh pelaku kejahatan siber dalam menyusup ke sistem, bergerak secara lateral, dan menyebarkan aktivitas berbahaya lebih lanjut.

General Manager untuk Asean dan Negara-negara Berkembang Asia (Asia Emerges Country/AEC)  di Kaspersky Simon Tung menyampaikan, kehadiran aktivitas exploit bersamaan dengan upaya serangan RDP menunjukkan bagaimana penyerang tetap gigih menargetkan perusahaan-perusahaan di kawasan ini.

“Di berbagai lingkungan digital di kawasan Asia Tenggara, penyerang menilai setiap target dan memilih opsi yang menawarkan resistensi paling rendah, mencerminkan cara serangan lebih terencana dan adaptif,” ungkap Simon Tung, dikutip InfoDigital.co.id, Senin (11/5/2026).

Untuk mengatasi hal tersebut, organisasi/perusahaan membutuhkan kombinasi intelijen ancaman berbasis AI dan solusi keamanan siber yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Harapannya,  itu dapat terus mendeteksi kerentanan, memantau titik akses, dan merespons ancaman secara real-time sebelum meningkat,” tambahnya.

Serangan Exploit  

Kaspersky mencatat, lebih dari 2 juta serangan exploit yang menargetkan perusahaan di Asia Tenggara tahun lalu.

Indonesia memimpin deteksi terkait exploit B2B di kawasan dengan 932.051 kasus, diikuti oleh Vietnam dengan 587.217, dan Malaysia dengan 416.962.

Istilah exploit menggambarkan program, potongan kode, atau bahkan beberapa data yang ditulis oleh peretas atau penulis malware yang dirancang untuk memanfaatkan bug atau kerentanan dalam aplikasi atau sistem operasi.

Dengan menggunakan exploit, penyerang akan memperoleh akses atau penggunaan aplikasi, bahkan sistem operasi, pada perangkat pintar korban secara tidak sah.

Banyak exploit menargetkan sistem yang menghadap web seperti kerentanan browser, bug perangkat lunak server, dan dikirimkan secara online.

Namun, exploit juga dapat bersifat lokal jika menargetkan kelemahan khusus perangkat seperti eksploitasi USB.

Selain mengeksploitasi kelemahan perangkat lunak, penyerang juga terus menargetkan layanan akses jarak jauh sebagai cara untuk mendapatkan kendali langsung atas sistem.

Serangan Exploit dan RDP di Asean 2025

No Negara Exploit RDP
1. Indonesia 932.051 10.500.709
2. Malaysia 416.962 2.225.527
3. Filipina 104.606 825.928
4. Singapura 74.617 2.782.479
5. Thailand 255.524 7.539.536
6. Vietnam 587.217 11.420.252
7. Asia Tenggara 2.370.977 35.294.431

Sumber: Kaspersky, Mei 2026

Halaman: 1 2
Komentar

Iklan