Telekonsultasi Jadi Solusi Layanan Kesehatan
Jakarta, ID – Indonesia Health Insights Q2 2026 oleh Halodoc membuktikan, 95% layanan medis dapat diselesaikan secara digital (online), memberikan kebebasan mengakses layanan kesehatan kapan saja, tanpa antrean, dan tanpa gangguan jam kerja.
Karena itu, kunjungan fisik layanan kesehatan hanya menjadi tujuan untuk kondisi yang benar-benar membutuhkan tindakan fisik lanjutan dengan tenaga medis.
Hasil dari integrasi layanan telekonsultasi sebagai lini pertama layanan kesehatan pun terbukti dapat menyelesaikan hingga 95% kasus kronis (kondisi yang memerlukan pemantauan konsisten jangka panjang).
Di sisi lain, 94% kasus akut (datang tiba-tiba dan mendorong pasien untuk segera mengambil keputusan) tanpa kunjungan fisik ke fasilitas kesehatan dalam periode observasi 30, 60, hingga 90 hari.
“Menjaga kesehatan karyawan adalah investasi strategis. Karyawan yang harus menempuh perjalanan dan antrean panjang ke fasilitas kesehatan offline cenderung menunda pengobatan, yang berisiko memperburuk kondisi sekaligus meningkatkan biaya di kemudian hari,” ujar Chief Human Capital Halodoc Thomas Suhardja, dikutip InfoDigital.co.id, Selasa (28/4/2026).
Dengan mengintegrasikan ekosistem Halodoc sebagai tunjangan kesehatan karyawan, lanjut dia, klien/mitra perusahaan pun dapat menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih mudah, lengkap, dan hassle-free.
“Itu sekaligus berpotensi menekan biaya kesehatan hingga 15% dalam satu tahun melalui layanan telekonsultasi atau digital cashless outpatient (DCO),” imbuhnya.
Menurut dia, penghematan tersebut membuka ruang bagi perusahaan untuk mengalokasikan anggaran ke program kesejahteraan atau inisiatif strategis yang lebih berdampak lainnya bagi karyawannya.
“Tentunya, telekonsultasi tidak menggantikan layanan pemeriksaan secara langsung, tapi jika dibutuhkan untuk melakukan kunjungan fisik, dapat menjadi lebih selektif dan tepat sasaran,” tutur Head of Business Strategy Halodoc Puspa Angelia.
Dengan pendekatan digital-first dan integrasi ekosistem layanan kesehatan, lanjut dia, Halodoc for Business pun memposisikan telekonsultasi sebagai strategi perusahaan yang efektif.
“Tujuannya dapat membantu menyelesaikan sebagian besar kebutuhan kesehatan karyawan tanpa harus berujung pada kunjungan fisik yang tidak perlu serta mendorong efisiensi sistem kesehatan perusahaan secara menyeluruh,” tambah Puspa.
Halodoc for Business
Karena itu, Halodoc for Business menghadirkan rangkaian layanan kesehatan terintegrasi dalam satu ekosistem digital dengan visi simplifying healthcare bagi mitra perusahaan dan karyawan sebagai pasien.
1. DCO
DCO merupakan layanan konsultasi dokter online 24 jam dan pengiriman obat cashless yang tersambung langsung dengan asuransi kesehatan karyawan melalui aplikasi Halodoc.
2. Third Party Administrator (TPA)
TPA merupakan sistem pemrosesan klaim berbasis teknologi AI yang mampu menekan biaya operasional hingga 18%, dengan tetap menjaga akurasi tinggi dalam verifikasi dokumen dan validasi klaim.
Halodoc for Business dihadirkan bersamaan dengan tekanan biaya layanan kesehatan yang terus meningkat.
Laporan Halodoc pun menegaskan bahwa kesehatan karyawan merupakan aset utama perusahaan dan menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga produktivitas sehari-hari.
Namun, ketergantungan pada sistem layanan kesehatan offline justru menciptakan inefisiensi ganda, yakni waktu kerja karyawan terbuang karena antrean.
Sementara itu, klaim outpatient care terus membebani anggaran perusahaan tanpa menjamin karyawan mendapat penanganan yang tepat waktu dan sasaran. (abm)




