Infodigital.co.id

Nilai Utang Link Net Tembus Rp16 Triliun

Ilustrasi layanan Link Net. (Dok Link Net)

Jakarta, IDPT Link Net Tbk, emiten penyelenggara jaringan tetap dan internet serta multimedia berbasis kabel berkode saham LINK, punya total total utang lebih dari Rp16 triliun.

Total nilai utang Link  Net tak kurang mencapai Rp16,8 triliun jika memperhitungan utang baru dari International Finance Corporation (IFC) dan dari Asia Development Bank (ADB).

Perinciannya, tahun 2025 hingga 30 September, utang Link Net senilai  Rp11,11 triliun. Sementara itu, terdapat utang baru Link Net dari IFC dan ABD senilai Rp5,8 triliun.

Corporate Secretary Link Net Rininta Agustina Widya Pratika menyampaikan, per 30 September 2025, total kewajiban konsolidasian Link Net tercatat Rp11,11 triliun, naik 24,69% atau Rp2,20 triliun ibandingkan tanggal 31 Desember 2024 senilai Rp8,91 triliun.

“Kami, PT Link Net Tbk menyampaikan penjelasan atas perubahan lebih dari 20% atas total liabilitas pada laporan keuangan kuartal III-2025 dibandingkan laporan keuangan tahunan per 31 Desember 2024,” ungkap Rininta kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip InfoDigital.co.id, Selasa (30/12/2025).

Dia menjelaskan, peningkatan atas total kewajiban per 30 September 2025 tersebut karena adanya tambahan fasilitas kredit perbankan yang dicairkan oleh perseroan sampai dengan 30 September 2025 dari Citibank NA Indonesia senilai Rp400 miliar.

“Fasilitas (kredit) digunakan untuk membiayai modal kerja perseroan secara umum,” tambahnya.

Selain itu, peningkatan pinjaman itu terjadi karena adanya utang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar Rp1,96 triliun terkait dengan dukungan aktivitas penagihan.

Menurut Rininta, pencairan fasilitas pinjaman dapat membantu kinerja keuangan perseroan pada tahun berjalan. Terkait dengan utang lain-lain, kewajiban akan diselesaikan melalui piutang usaha dari pihak berelasi.

“Dengan demikian, hal ini tidak akan berdampak secara material terhadap kegiatan operasional serta kelangsungan usaha perseroan,” ucap dia.

Utang Terbaru

Dalam laporan sebelumnya kepada BEI, Link Net juga telah meraih pinjaman jumbo baru dari IFC dan ADB dengan total nilai Rp5,8 triliun yang diteken pada 18 Desember 2025.

Perinciannya, pinjaman Rp5,8 triliun terdiri atas Rp3.320.000.000.000 diperoleh dari International Finance Corporation dan Rp2.490.000.000.000 dari Asia Development Bank.

Sementara itu, perolehan pinjaman terbaru dari IFC dan ADB tersebut akan digunakan untuk membiayai belanja modal (capex) dan membiayai kembali (refinancng) utang guna mendukung kegiatan usaha Link Net.

Pada perdagangan Senin (29/12/2025), saham LINK ditransaksikan menguat Rp590 ke penutupan Rp4.300. Sahamnya bergerak pada level terendah Rp3.900 dan tertinggi Rp4.500. (lmm)

Komentar

Iklan