BSSN dan ANRI Perkuat Keamanan Kearsipan
Jakarta, ID – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sepakat kerja sama untuk memperkuat sinergi tugas-fungsi keamanan siber dan sandi di bidang kearsipan nasional.
Kesepakatan BSSN itu ditegaskan melalui nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Drs Nugroho Sulistyo Budi, MM, MHan dan Kepala ANRI Dr Mego Pinandito, MEng di Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Drs Nugroho Sulistyo mengatakan, dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto selalu mengingatkan bahwa pemerintahan saat ini adalah pemerintahan kolaboratif.
“Penandatanganan nota kesepahaman BSSn dan ANRI juga merupakan momentum yang sangat strategis dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar lembaga negara,” ujar Nugroho, dikutip InfoDigital.co.id, Minggu (28/12/2025).
Ia menyampaikan bahwa BSSN dan ANRI memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.
Hal tersebut, khususnya terkait dalam pengelolaan arsip negara yang andal serta pelindungan informasi melalui penguatan keamanan siber dan persandian.
Sementara itu, ruang lingkup nota kesepahaman antara BSSN dn ANRI mencakup pemanfaatan sandi data dalam rangka meningkatkan keamanan transaksi elektronik dan pemanfaatan sertifikat elektronik dalam rangka meningkatkan keamanan transaksi elektronik.
Selanjutnya, sinkronisasi kebijakan di bidang kearsipan dan keamanan siber dan sandi, pengamanan teknologi informasi dan komunikasi, serta peningkatan kapasitas dan dukungan keamanan siber dan sandi.
BSSN dan ANRI juga sepakat bekerja sama dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan kearsipan dinamis, penyelamatan, pelestarian, pelindungan, dan pemanfaatan arsip statis.
Kemudian, diseminasi informasi tentang kearsipan serta keamanan siber dan sandi, pengembangan kompetensi dan pemanfaatan sumber daya manusia, pemanfaatan data dan informasi, serta kegiatan lain yang disepakati.
Rahasia Negara
Kepala ANRI Dr Mego Pinandito menambahkan sinergitas kelembagaan antara BSSN dan ANRI menjadi sebuah hal yang sangat penting dalam rangka menjamin keamanan dan pelindungan.
“Ini khususnya pada rahasia negara baik bersifat informasi dan dalam bentuk arsip,” ucap Mego.
Ia juga menyampaikan, aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) milik ANRI telah menjadi tulang punggung administrasi pemerintahan Republik Indonesia.
Karena itu, ANRI berharap pada peran vital dari BSSN dapat membantu dalam mengamankan aplikasi yang berisi transaksi informasi antarlembaga pemerintah, melalui pemanfaatan sandi data dan sertifikat elektronik guna meningkatkan keandalan sekaligus keamanan sistem. (lmm)




