Pengguna iPhone di Brasil Boleh Beli Aplikasi di Luar App Store
Jakarta, ID – Apple, raksasa vendor produk teknologi informasi dan perangkat pintar asal Cupertino, Amerika Serikat, dikabarkan akan memperbolehkan para pengguna iPhone di negara Brasil membeli aplikasi di luar toko aplikasi App Store, yang dimiliki dan dkendalikan Apple.
Portal tecnoblog.net mengabarkan, Apple telah mencapai kesepakatan dengan Dewan Administrasi untuk Pertahanan Ekonomi (Conselho Administrativo de Defesa Econômica/CADE) Brasil, yang menyelidiki kasus ersebut.
Dalam praktiknya, keptusan tersebut pun akan memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi pengguna iPhone. Sebaliknya, hal ini jadi sebuah ‘kerugian’ bagi Apple karena tak bisa memonopoli lagi toko aplikasi di ponsel iPhone.
Pada hari Selasa (23/12/2025), Pengadilan CADE disebut telah menyetujui masa uji komitmen yang diusulkan oleh Apple itu dalam proses yang menyelidiki praktik antipersaingan di ekosistem iOS (App Store).
Kesepakatan itu pun disebut akan berlangsung tiga tahun ke depan, dan Apple akan memiliki hingga 105 hari ke depan untuk menerapkan perubahan yang disepakati.
Dengan langkah tersebut, Brasil kini bergabung dengan negara-negara kawasan Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Di wilayah dan negara itu, aturan terbaru telah membawa lebih banyak fleksibilitas bagi pengguna iPhone untuk mendapatkan aplikasi dan layanan digital tanpa harus melalui ‘taman berdinding’ Apple (App Store).
Apple selama ini dikritik, karena dalam praktiknya memaksa pengguna iPhone hanya boleh berbelanja aplikasi di toko App Store.
Proses di CADE
Sementara itu, CADE Brasil tengah menyelidiki praktik pelarangan distribusi barang dan layanan digital pihak ketiga di aplikasi App Store dan pengenaan wajib sistem pemrosesan pembayaran Apple untuk transaksi dalam aplikasi.
Penyelidikan juga mengevaluasi klausul antipenargetan yang bertujuan untuk mencegah pengembang aplikasi di Apple memberi tahu pengguna tentang bentuk pembayaran alternatif.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Apple diharapkan dapat memungkinkan pengembang untuk mempromosikan penawaran aplikasi dan pembayaran eksternal, serta dibolehkan mengarahkan pengguna untuk melakukan transaksi di luar toko aplikasi milik Apple.
Tanggapa Apple
Sementara itu, dalam tanggapannya, Apple menyampaikankan, dalam sebuah pernyataan kepada tecnoblog.net, telah bekerja ‘untuk menjaga perlindungan terhadap beberapa ancaman, termasuk menjaga perlindungan penting bagi pengguna yang lebih muda’.
Hal itu karena, dalam pandangan perusahaan, perubahan membuka ‘risiko baru terhadap privasi dan keamanan pengguna’.
“Perlindungan tidak akan menghilangkan semua risiko. Tetapi, Apple akan memastikan bahwa ekosistem iOS ‘tetap menjadi platform seluler terbaik dan teraman yang tersedia di Brasil’,” ungkap Apple.
Toko Alternatif
Kembali ke CADE Brasis, Apple diharapkan untuk memungkinkan pembukaan toko alternatif untuk distribusi aplikasi di perangkat pintar iPhone, selain App Store.
Setiap pemberitahuan kepada pelanggan yang dibuat oleh Apple juga akan memiliki ruang lingkup terbatas, harus mengadopsi tulisan netral dan obyektif, serta tidak akan membuat langkah-langkah pengendalian yang membuatnya sulit bagi pengguna iPhone.
Kesepakatan tersebut menetapkan kerangka biaya yang akan dibebankan oleh Apple sejalan dengan komitmen yang dibuat, untuk memastikan bahwa efek prokompetitif dirasakan oleh pengembang aplikasi dan pengguna iPhone.
Menurut Anggota Dewan CADE Victor Fernandes, proposal Brasil kepada Apple tersebut merupakan bagian dari skenario inisiatif internasional yang bertujuan membuka ekosistem seluler Apple. (lmm)




