Telkom Terus Dorong Inovasi AI Berkelanjutan
Jakarta, ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong dan menjalankan inovasi pada teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang berkelanjutan melalui AI Center of Excellence.
Hal itu disampaikan Direktur IT Digital Telkom Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi saat berpartisipasi dalam webinar nasional yang bertema ‘Masa Depan Inovasi Indonesia: Dari Ide ke Dampak Nyata’.
Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Dewan Pendidikan Tinggi (DPT), pekan lalu.
Dalam acara yang mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan, akademisi, dan industri tersebut, Faizal menekankan pentingnya inovasi, termasuk pada AI, yang tidak berhenti di laboratorium, tetapi berlanjut hingga memberi manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.
Dalam paparannya, Faizal memperkenalkan konsep ‘hulunisasi dan hilirisasi’ yang harus berjalan beriringan agar ekosistem inovasi dapat tumbuh secara menyeluruh.
“’Hulunisasi’ mencakup pembentukan talenta, riset terapan, dan literasi digital di tingkat akademik. Sementara itu, ‘hilirisasi’ berfokus pada penerapan hasil inovasi ke berbagai sektor industri dan layanan publik,” kata Faizal, dikutip InfoDigital.co.id.
Kedua konsep tersebut diwujudkan melalui empat pilar Telkom AI Center of Excellence (AI CoE). Pilar pertama, AI Campus, berperan sebagai ‘hulunisasi’ dengan fokus pada riset, pembelajaran, dan pengembangan kompetensi AI di lingkungan akademik.
Tiga pilar lainnya berfungsi sebagai ‘hilirisasi’, yaitu AI Playground untuk uji coba cepat dan pengembangan prototipe, AI Connect untuk memperkuat jejaring kolaborasi antara kampus, komunitas, pemerintah, dan industri, serta AI Hub berfungsi sebagai pusat berbagi use case dan solusi AI yang siap diimplementasikan.
Faizal melanjutkan bahwa AI CoE Telkom dijalankan dengan pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi lintas sektor antara akademisi, media, pemerintah, komunitas, dan industri.
Pendekatan tersebut untuk memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan Telkom tidak hanya bersifat konseptual, tetapi dapat diuji, dikembangkan, dan diterapkan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan pasar dan masyarakat.
Kemampuan Beradaptasi
Lebih lanjut, Faizal juga menegaskan bahwa keberhasilan inovasi terletak pada kemampuan untuk beradaptasi dan terus menyempurnakan solusi yang dibuat.
“Tidak ada inovasi yang hasilnya sempurna. Kita terus berkembang, melakukan improvement untuk mengikuti kebutuhan dan feedback dari pelanggan,” tuturnya.
Melalui AI CoE, Telkom pun terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan digital yang berperan aktif dalam membangun ekosistem AI nasional.
Sementara itu, sinergi antara kampus, pemerintah, komunitas, dan industri juga diyakini Faizal akan mempercepat lahirnya solusi berbasis AI yang berdampak langsung kepada peningkatan produktivitas dan daya saing Indonesia di kancah global. (dmm)




