Infodigital.co.id

7 Tren AI 2026 Menurut Analog Devices

Paul Golding (kiri) dan Massimiliano Versace (kanan). (Dok Analog Devices Inc)

5. Micro-Intelligence

Lebih jauh, Golding memperkirakan munculnya micro-intelligence, yaitu model kecil dengan kemampuan penalaran dalam domain khusus yang cukup dalam namun tetap efisien untuk dijalankan di perangkat edge.

Model tersebut mengisi celah antara sistem AI terprogram kaku di edge saat ini dan foundation model berskala besar, serta berpotensi menjadi orkestrator bagi berbagai agen cerdas yang mulai berkembang.

Ia juga memprediksi akan muncul tolok ukur baru yang mengukur kecerdasan rekayasa kolaboratif untuk menyelesaikan masalah teknis secara praktis.

6. AI Terdesentralisasi

Sementara itu, dari sisi arsitektur komputasi, VP of Emergent AI ADI Massimiliano Versace memproyeksikan, AI terdesentralisasi akan mulai diterapkan pada robotika humanoid generasi baru menjelang akhir 2026.

Penggabungan sensor cerdas, neuromorphic compute, dan in-memory compute langsung di dalam sensor memungkinkan sistem robotika makin menyerupai mekanisme biologis, di mana refleks dan keseimbangan ditangani oleh sirkuit lokal.

“Hasilnya, pergerakan menjadi lebih mulus, adaptif, serta hemat daya. Pendekatan ini membebaskan prosesor pusat untuk fokus pada penalaran tingkat tinggi dan perencanaan jangka panjang,” jelasnya.

7. Analog AI Compute

Versace juga menyoroti kebangkitan analog AI compute, yang kembali relevan seiring keterbatasan arsitektur digital dalam hal energi, latensi, dan memori.

Dalam pendekatan analog, komputasi dilakukan langsung melalui fisika perangkat sensing dan computing, sehingga memungkinkan energi diproses secara langsung menjadi inferensi AI tanpa memisahkan proses sensing dari komputasi.

Model tersebut membuka jalan bagi AI yang benar-benar dimulai dari sensor, menghadirkan respons real-time, interaksi yang lebih natural, serta masa pakai baterai yang lebih panjang.

Teknologi itu diperkirakan mulai diterapkan pada robotika, perangkat wearable, dan aplikasi otonom pada akhir 2026.

Pandangan kedua pemimpin teknologi ADI tersebut menekankan adanya pergeseran besar menuju otomasi yang semakin cerdas, dengan AI yang kian menyatu dengan kondisi fisik dunia nyata.

Dengan berbekal keunggulan dalam mentransformasi fenomena fisik menjadi sinyal listrik, ADI pun berada di posisi strategis untuk menyaksikan dan membentuk perubahan tersebut secara langsung.

Dengan warisan panjang di bidang sensor, edge processing, dan arsitektur komputasi generasi baru, perspektif para ahli ADI memberi gambaran jelas ke mana evolusi AI akan bergerak, yakni lebih cepat, lebih efisien, dan terasa makin natural memasuki 2026. (lmm)

Halaman: 1 2
Komentar

Iklan