Infodigital.co.id

60% Pengguna Starlink RI di Perdesaan

Layanan residensial Starlink. (Dok Starlink)

Jakarta, ID – Starlink, layanan internet berbasis satalit bagian dari SpaceX milik Elon Musk asal Amerika Serikat, hampir 60% pelanggannya di Indonesia merupakan rumah tangga yang tinggal di area perdesaan. Starlink hadir di Tanah Air sejak Mei 2024.

Persentase Starlink itu kebalikannya dibandingkan dengan para pesaing. Sebab, hanya 24% untuk layanan internet nirkabel tetap (fixed wireless access/FWA/Wi-Fi) dan 7% untuk layanan telepon/internet tidak bergerak/kabel (fixed broadband) di perdesaan karena lebih terkonsentrasi di area perkotaan.

Kesimpulan tersebut merupakan kajian dan analisisi data dari OpenSingal, lembaga riset dan konsultan yang fokus pada jaringan telekomunikasi yang berbasis di  London, Inggris.

Principal Data Analyst at Opensignal Robert Wyrzykowski, dengan dukungan data Chris Mills, menyampaikan, pengguna Starlink di Indonesia sebagian besar saat ini tinggal di area perdesaan.

“Data kami menunjukkan bahwa hampir 60% pengguna Starlink berada di daerah perdesaan di Indonesia, dibandingkan hanya 24% untuk FWA dan 7% untuk layanan telepon tidak bergerak yang jauh lebih terkonsentrasi di perkotaan,” ungkap Robert Wyrzykowski, dikutip InfoDigital.co.id, Kamis (6/11/2025).

Pola tersebut pun menggarisbawahi peran Starlink sebagai pengisi dan solusi kesenjangan konektivitas dan digital di perdesaan, menargetkan area-area di mana jangkauan kabel fiber dan FWA/seluler terbatas.

Saat ini, beberapa daerah perdesaan di Indonesia ‘masih berjuang’ untuk mendapatkan konektivitas. Banyak kabupaten di wilayah seperti pulau Kalimantan, Maluku, dan Papua mengalami lebih dari 5% waktu tanpa sinyal seluler (cellular broadband).

“Hal ini membuka peluang bagi penyebaran Starlink dan FWA untuk mempersempit kesenjangan konektivitas antara perkotaan dan perdesaan,” imbuh Robert Wyrzykowski.

Hanya saja, harga/tarif langganan dan perangkat yang tinggi telah menghambat adopsi Starlink secara luas.  Biaya perangkat keras dan kuota /data yang tinggi dari Starlink telah menjadi penghalang utama untuk adopsi massal, terutama di rumah tangga perdesaan.

Sementara itu, layanan FWA tetap menjadi alternatif yang lebih terjangkau untuk rumah tangga pada umumnya. Hanya saja, layanan ini lebih banyak menjangkau wilayah perkotaan dan sedikit perdesaan.

Area Perdesaan 

Kajian OpenSignal pun menyebut perdesaan di Indonesia menjadi benteng pertahanan Starlink. Hal ini sesuai dengan misi awalnya ketika mulai hadir di Tanah Air guna menjembatani kesenjangan cakupan di daerah terpencil, termasuk untuk layanan kesehatan dan pendidikan.

Kondidi tersebut ditopang kondisi di arena pedesaan di Indonesia dengan peluncuran layanan kabel serat optik berjalan lambat dan mahal. Karena itu, layanan internet berbasis satelit seperti Starlink maupun FWA memainkan peran penting.

Menggunakan metodologi DEGURBA, Opensignal telah mengklasifikasikan layanan internet di Indonesia ke dalam wilayah perkotaan, kota kecil/pinggiran kota, dan pedesaan.

Hasil analisisnya pun menyimpulkan, terjadi perbedaan sebaran layanan yang sangat mencolok untuk layanan Starlink.  Hampir 60% pengguna Starlink kini berada di daerah perdesaan dan hanya sekitar 17% di perkotaan.

“Sementara itu, layanan FWA/Wi-Fi menunjukkan tren yang berlawanan karena lebih terkonsentrasi di area perkotaan, dengan hanya seperempat di perdesaan,” tutur Robert Wyrzykowski.

Di sisi lain, penyedia layanan internet (internet servise provider/ISP) tidak bergerak kabel fiber optik (fixed broadband), bahkan, lebih fokus pada peluncuran layanan di daerah perkotaan.

Di sisi lain, pantauan OpenSingal, lebih dari 70% pengguna layanan internet tidak bergerak (cellular broadband) yang berbasis BTS di menara telekomunikasi di Indonesia ada di perkotaan dibandingkan hanya 7% di area perdesaan.

Lokasi Pelanggan Starlink dan Pesaing

No Layanan Kota Besar Kota Kecil Perdesaan
1. Starlink 17,3% 24,2% 58,5%
2. FWA 53,5% 22,5% 24,1%
3. Fixed Broadband 70,2% 22,5% 7,0%

Sumber: OpenSignal, Mei-Juli 2025  

Halaman: 1 2
Komentar

Iklan