43% Pengguna DANA Belum Terlayani Bank
Jakarta, ID – DANA (PT Espay Debit Indonesia Koe), perusahaan teknologi finansial (tekfin) berbasis dompet digital dalam platform pembayaran dan layanan keuangan di Indonesia, mencatat 43% penggunanya belum terlayani perbankan (unbanked) dan 86% dari kota-kota kecil (tier 2-4).
Data tersebut menunjukan bahwa perluasan akses digital tidak hanya memperluas penetrasi layanan, tetapi juga memperkuat basis ekonomi formal di luar kota-kota pusat ekonomi.
Inklusi yang berdampak juga perlu diikuti dengan literasi dan penguatan kepercayaan.
Pada sisi loyalitas pengguna, DANA juga mencatat Net Promoter Score (NPS) 84,44%, yang menunjukkan tingkat rekomendasi pengguna yang kuat.
Di sisi lain, dari aspek sosial, program SisBerdaya dan DisBerdaya sebagai upaya untuk memperluas inklusi melalui edukasi dan pendampingan, telah menjangkau lebih dari 9.000 UMKM perempuan dan penyandang disabilitas.
Melanjutkan komitmen pasca-WEF 2026, DANA bertekad terus mendorong industri tekfin yang inklusif di Indonesia, dengan memperluas adopsi layanan keuangan digital dan memperkuat literasi keuangan melalui Sementara itu, CEO & Co-Founder DANA Vince Iswara menyampaikan, pertumbuhan yang berkelanjutan, termasuk bagi DANA, muncul dari kepercayaan dan dampak yang dirasakan masyarakat.
“Maka dari itu, setiap inovasi teknologi termasuk pemanfaatan AI, harus diperkuat dengan prinsip keamanan, perlindungan pengguna, dan tata kelola yang kuat,” ujar Iswara, dikutip InfoDigital.co.id, Selasa (17/2/2026).
Seementara itu, sejak diluncurkan pada Desember 2018, DANA kini telah menjangkau lebih dari 200 juta pengguna di seluruh wilayah Indonesia.
DANA menyediakan solusi transaksi digital lengkap yang aman, mudah, dan nyaman bagi pengguna, merchant, dan lembaga keuangan.
Solusi DANA, yang dikembangkan oleh para engineer teknologi keuangan terdepan di Indonesia, bertujuan untuk membantu mewujudkan kesejahteraan finansial dengan mempercepat literasi dan inklusi keuangan melalui inovasi teknologi.
Selain pemberdayaan keuangan digital, DANA berupaya untuk mendorong masyarakat Indonesia melalui inisiatif sosial yang berdampak dan berfokus pada pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan.
DANA memperluas perannya sebagai representasi industri teknologi finansial Indonesia di panggung global melalui keterlibatan aktif dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.
Bergabung di WEF 2026
Sementara itu, Chief Information Officer DANA Darrick Rochili telah resmi bergabung dalam Chief Strategy Officers Community WEF 2026. Sementara itu, Norman Sasono, chief technology officer DANA, menjadi bagian dari Chief Digital & Technology Officers Community WEF 2026.
Keterlibatan keduanya menempatkan DANA dalam percakapan lintas negara terkait tata kelola teknologi, inovasi digital yang bertanggung jawab, serta transformasi ekonomi berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap teknologi finansial global.
Salah satu topik utama yang mengemuka di WEF Davos 2026 adalah keberlanjutan sebagai variabel dalam membangun kepercayaan.
Chief Finance Officer DANA Yattha Saputra menyampaikan, dunia tengah dihadapkan pada berbagai tantangan lingkungan. Sebagai sebuah dompet digital, DANA percaya harus ambil andil dalam memperbaiki hal tersebut.
“Kami juga menyadari bahwa pertumbuhan, tata kelola, dan keberlanjutan harus berjalan beriringan,” tutur Yattha.
Karena itu, sustainability tidak hanya DANA lakukan karena sekadar kewajiban, melainkan sebagai pilar operasional dan alat ukur kualitas pertumbuhan demi memastikan keberlanjutan, baik secara bisnis, maupun lingkungan. (lmm)




