40 Jutaan PC di Indonesia Korban Siber Lokal
Jakarta, ID – Kaspersky, perusahaan konsultan dan penyedia solusi keamanan siber global asal Rusia, menemukan 39.718.903 (hampir 40 jutaan) perangkat komputer (personal computer/PC) di Indonesia menjadi sasaran serangan siber lokal (offline) sepanjang 2025. Jumlahnya meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2024.
Jumlah itu setara dengan lebih dari 108.000 insiden per hari yang berasal dari perangkat aksesori PC yang dapat dilepas-pasang (removable device). Data ini juga menempatkan Indonesia di posisi ke-71 secara global.
Data Kaspersky menunjukkan, PC di Indonesia paling banyak diserang oleh aplikasi ilegal (malware) yang menyebar melalui drive USB yang dapat dilepas, CD dan DVD, serta metode offline lainnya.
Catatan tersebut diduga karena kebijakan Pemerintah Indonesia dan perusahaan yang menerapkan kebijakan pengaturan kerja yang lebih freksibel (flexible working arrangement/FWA) dan bekerja dari rumah (work from home/WFH).
“Meskipun bekerja jarak jauh itu nyaman dan memiliki banyak manfaat, hal itu juga mengekspos individu dan bisnis pada berbagai risiko keamanan siber,” ujar Country Manager untuk Indonesia di Kaspersky Defi Nofitra, dikutip InfoDigital.co.id, Senin (9/3/2026).
Karena itu, lanjut dia, mengapa penting untuk mempertimbangkan dengan serius keamanan siber di rumah dan dan pribadi pribadi pada PC yang digunakan.
“Demikian pula, laptop dan ponsel pintar yang digunakan di luar perimeter perusahaan harus dilindungi seperti halnya yang berada di balik firewall dan solusi perlindungan jaringan di dalam kantor,” imbuhnya.
Perusahaan juga perlu mengingatkan karyawan tentang pentingnya melindungi perangkatnya dengan kata sandi (password) untuk mencegah pihak ketiga mengakses fail sensitif.
“Dengan tenaga kerja yang tersebar dan bekerja jarak jauh, staf perlu lebih waspada terhadap ancaman keamanan siber, bahkan di luar lingkungan kantor untuk memastikan dapat bekerja dengan aman dan nyaman, bahkan, selama Ramadan ini,” tutur Defi.
Sebab, bertepatan dengan bulan Ramadan 2026 di Tanah Air, pemerintah perusahaan juga ada yang menerapkan kebijakan FWA atau WFH agar karyawan bekerja lebih fleksibel.
Sebab, karyawan akan lebih sering menggunakan perangkat kerja saat bepergian/di rumah yang berpotensi membuka kerentanan tertentu jika tidak dilindungi dengan kebersihan siber yang tepat.
Tips dari Kaspersky
Karena itu, Kasperksy memberika beberapa tips agar PC karyawan terhindar dari serangan lokal, termasuk yang saat ini bekerja secara FWA dan WFH di bulan Ramadan 2026 ini.
1. Selalu perbarui perangkat lunak di semua perangkat untuk mencegah penyerang mengeksploitasi kerentanan dan menyusup ke jaringan organisasi.
2. Cadangkan data secara teratur dan pastikan data tersebut dapat diakses dengan cepat saat dibutuhkan atau dalam keadaan darurat.
3. Pastikan e-mail hanya dapat diakses dengan aman melalui VPN perusahaan agar koneksi jaringan terenkripsi yang mengautentikasi pengguna dan/atau perangkat serta mengenkripsi data.
Jika Anda sudah menggunakan, pastikan VPN tersebut telah diperbarui sepenuhnya.
4. Edukasi karyawan dan tingkatkan literasi keamanan siber, antara lain melalui alat seperti Kaspersky Automated Security Awareness Platform.
Karyawan harus menyadari risiko ancaman keamanan siber dan cara melindungi diri mereka sendiri dan organisasi dari ancaman tersebut.
5. Gunakan solusi keamanan kompleks, yang menggabungkan perlindungan titik akhir dan fitur respons insiden otomatis, seperti Kaspersky NEXT XDR.
6. Ada baiknya untuk mengedukasi karyawan cara mengonfigurasi router nirkabel dan firewall pribadi serta menjaga keamanan jaringan rumah. (abm)




