2025, 386.593 Orang RI Ikuti Pelatihan Digital
JAKARTA, ID – Sebanyak 386.593 orang Indonesia (RI) mengikuti program pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) sepanjang tahun 2025. Pelatihan digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama mitra perusahaan teknologi maupun swakelola.
Data peserta DTS 2025 dari Kemkomdigi itu naik sangat signifikan 252.169 (187,59%) dibandingkan pencapaian tahun 2024 sebanyak 134.424 peserta dan bertambah 259.502 (204,18%) dari pencapaian 2023 sebanyak 127.091 peserta.
Sementara itu, dari jumlah 386.593 peserta talenta digital yang dididik pada 2025, sebanyak 295.597 berhasil menyelesaikan pelatihan. Jumlah mereka dirangkum dari total ratusan pelatihan dan tema pelatihan.
Lebih terperinci, sebanyak 275.938 peserta mengikuti pelatihan dasar, 228.029 ikut pelatihan menengah, dan 13.223 peserta mengikuti pelatihan tingkat mahir.
Tahun 2025, walaupun dikomandoi Kemkomdigi sebagai leader, program DTS banyak digelar bermitra dengan perusahaan teknologi global, antara lain Google, DQLab, Cisco, Alibaba, Gojek, Binar Academy, serta swakelola.
Sementara itu, kategori latar belakang peserta juga beragam, mulai dari kalangan wirausaha dan UMKM, lulusan baru, vokasi, pelatihan tematik, aparatur sipil negara, pekerja, program magang, dan pimpinan digital.
Di sisi lain, tema pelatihan yang diberikan juga sangat beragam. Beberapa di antaranya materi pelatihan digital dasar, vide content creator, kewiraushaan digital, web developer, data science, programming, IT security, dan banyak lainnya.
Selanjutnya, dilihat dari sebaran peserta DTS lumayan merata dari seluruh wilayah Indonesia. Namun, mayoritas sekitar 106 ribuan peserta berdomisili di DKI Jakarta dan Jawa Barat, menunjukkan kebutuhan wilayah.
Dilihat dari umurnya, sebanyak 205 ribuan peserta berusia muda dan produktif pencari kerja, yakni 21-25 tahun. Kemudian, terbanyak kedua, sebanyak 106 ribuan berusia 26-30 tahun, atau masa usia produktif emas.
Kemudian, dilihat dari jenis kelaminnya, 54,8% peserta merupakan laki-laki dan sisanya 46,15% berjenis kelamin perempuan. Terakhir, sebanyak 39,27% peserta sudah bekerja, 37,74% pejalar/mahasiswa, dan 22,84% tidak/belum bekerja.
DTS merupakan program pelatihan pengembangan kompetensi talenta digital Indonesia yang digelar sejak tahun 2018. Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing, produktivitas, serta profesionalisme pada bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Program tersebut terbuka bagi angkatan kerja muda, masyarakat umum, dan aparatur sipil negara (ASN), sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia di era Industri 4.0.
Masih Kurang Ideal
Sementara itu, dengan 386.593 orang mengikuti DTS 2025, total pencapaiannya sebenarnya sudah meningkat signifikan serta telah jauh melampui pencapaian tahun 2024 dan 2023.
Hanya saja, pencapaian 2025 tersebut pun ternyata masih kurang ideal. Idealnya, peserta mencapai 600 ribuan talenta digital per bulan. Tujuannya agar bisa mengisi kebutuhan total 9 jutaan tenaga kerja digital 2015 hingga 2030, seperti proyeksi World Bank dan McKinsey.
Sementara itu, pasokan talenta digital baru dari level pemula, ahli, hingga eksekutif tersebut sangat diperlukan guna menopang perkembangan dan pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air.
Menyitir laporan e-Conomy SEA Report 2025 oleh Google, perkembangan ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$110 miliar pada 2025 dan berpotensi terus naik menjadi US$210-360 miliar tahun 2030. (bdm)
Kategori/Latar Belakang Peserta DTS 2025
| No | Kategori/Latar Belakang | Jumlah |
| 1. | Wirausaha dan UMKM | 134.667 |
| 2. | Lulusan Baru | 99.338 |
| 3. | Vokasi | 81.264 |
| 4. | Pelatihan Tematik | 75.132 |
| 5. | Aparatur Sipil Negara | 58.203 |
| 6. | Pekerja Trampil dan Alih Kompetensi | 47.592 |
| 7. | Program Magang | 16.641 |
| 8. | Pimpinan Digital | 3.409 |
| 9. | Talenta Digital | 944 |
Sumber: Kemkomdigi, 2025




