Startup Aceh Punya Peluang Ekspansi ke Malaysia hingga Thailand
Wamenkomdigi Nezar Patria di acara Aceh Startup Day. (Dok Komdigi)--
Jakarta, ID – Para pelaku usaha rintisan berbasis teknologi informasi (startup) di Provinsi Aceh didorong untuk memanfaatkan posisi strategis Selat Malaka untuk masuk ke pasar global. Pada tahap awal, pasar yang bisa digarap mulai dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand.
Sebab, posisi strategis Aceh di Selat Malaka, yang terletak di antara Malaysia-Singapra dan pulau Sumatra, bisa membuka peluang bagi startup lokal setidaknya untuk menembus pasar kawasan Asia Tenggara.
Kedekatan dengan negara-negara Asia Tenggara pun diharap bisa memberikan peluang bagi startup Aceh untuk mengembangkan aplikasi dan model bisnis yang dapat digunakan masyarakat lintas negara.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria pun mengajak generasi muda di Aceh guna memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis berbasis potensi daerah yang mampu menjangkau pasar Malaysia, Singapura, hingga Thailand.
“Aceh punya potensi yang besar bukan hanya di tingkat nasional. Karena, posisi kita ada di Selat Malaka, kita punya peluang yang cukup besar untuk bisa berbisnis lintas negara,” ujar Nezar, dalam acara ‘Aceh Startup Day 2026’ di Banda Aceh, dikutip InfoDigital, baru-baru ini.
BACA JUGA:Jumlah Startup di Indonesia Berkurang 12 dalam Lima Bulan, Kini Tersisa 3.184 Perusahaan
Menurut Wamenkomdigi, letak geografis Aceh yang berhadapan langsung dengan jalur perdagangan internasional merupakan keunggulan yang perlu dimanfaatkan untuk memperluas pasar produk dan layanan digital.
“Rekan-rekan generasi muda Aceh, kita gunakan kesempatan ini agar kita outward looking. Kita melihat keluar, kita coba buat aplikasi-aplikasi yang berbasis di Aceh tapi juga dipakai oleh negara-negara tetangga,” harapnya.
Dia menjelaskan, peluang tersebut dapat dikembangkan dengan mengoptimalisasi potensi ekonomi daerah Aceh, terutama pada sektor pertanian, perikanan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketiga sektor tersebut memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas jangkauan pasar melalui inovasi teknologi digital.
Potensi Perikanan dan Kopi
Ia mencontohkan, potensi perikanan di sepanjang pesisir utara dan timur Aceh yang berbatasan dengan Selat Malaka.
Menurut Nezar, startup dapat menghadirkan solusi teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki rantai pasok, serta memperluas akses pemasaran hasil perikanan.
Peluang serupa juga terbuka bagi komoditas unggulan Aceh, seperti kopi Gayo, cokelat, dan nilam.