Sektor TIK Indonesia Tumbuh 6,97% pada Kuartal II-2026, Ini Pendorongnya
Teknisi Telkomsel siapkan jaringan 5G Sambut Nataru. (Dok Telkomsel)--
Jakarta, ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor informasi dan komunikasi (infokom) atau teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia (RI) tumbuh 6,97% pada kuartal II-2026.
Namun, pertumbuhan tersebut turun 0,95% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (kuartal II-2025) masih 7,92%. Pertumbuhannya juga tak lebih baik dibandingkan kuartal IV-2025 dengan persentase 8,09%.
Walaupun turun, seperti periode sebelumnya, pertumbuhan sektor TIK kuartal II-2026 masih lebih bagus dibandingkan ekonomi nasional yang tumbuh 5,29%, atau naik 0,17% dibandingkan setahun sebelumnya 5,12%.
Pertumbuhan TIK di Tanah Air juga lebih bagus dibandingkan empat sektor utama/strategis lain di Tanah Air, yakni transportasi dan pergudangan, pertambangan dan penggalian, perdagangan mobil dan motor, serta industri pengolahan/manufaktur.
Selanjutnya, sektor industri perdagangan bertumbuh 6,39%, transportasi dan perdagangan 5,65%, industri pengolahan 4,52%, serta pertambangan dan penggalian -1,64%.
Walau begitu, sektor industri manufaktur masih tetap menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi 1,1%. Selanjutnya, industri perdagangan berkontribusi 0,79%, TIK pada peringkat ketiga berkontribusi 0,55%, pertanian 0,51%, serta sektor-sektor lainnya 2,44%.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, pertumbuhan Konomi kuartal II-2026 terutama didukung oleh kinerja sejumlah lapangan usaha utama, terutama 3 sektor, yakni industri manufaktur, perdagangan, dan TIK/infokom.
“(Khusus) sektor informasi dan komunikasi (infokom/TIK) tumbuh 6,97% didorong oleh semakin luasnya pemanfaatan jasa telekomunikasi di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan lainnya,” ungkap Amalia, dikutip InfoDigital, pada satu keempatan.
BACA JUGA:Kuartal I, Sektor TIK RI Tumbuh 7,14%
Menurut dia, sektor infokom di Tanah Air mampu bertumbuhterbaik dibandingkan empat sektor utama karena sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi digital.
Peningkatan pendapatan usaha pada beberapa perusahaan telekomunikasi pun seiring dengan peningkatan trafik data, peningkatan volume transaksi perdagangan digital (e-commerce), dan pembayaran digital terutama pada transaksi mobile dan internet.
“Begitu juga karena adanya peningkatan kapasitas data center,” imbuhnya.
Masih menurut data BPS, pada periode akhir Mei 2026, sektor infokom dan penerbitan juga mampu menyerap sekitar 0,81% dari total 148,19 juta orang Indonesia yang bekerja.
Kinerja 3 Emiten Telko