Infodigital.co.id

TODAK Luncurkan Kursi Gaming Throne 2.0

Peluncuran kursi gaming Throne 2.0. (Dok Datascrip)

Jakarta, IDTODAK meluncurkan TODAK Throne 2.0, kursi generasi terbaru untuk gaming yang dirancang untuk aktivitas duduk yang nyaman dengan durasi yang panjang. Sementara itu, PT Datascrip menjadi salah satu distributor TODAK di Tanah Air.

Kali ini, kursi hadir dengan penyegaran pada desain dan terdiri atas pilihan warna White, Grey, Black on Black, White Logo Edition, serta edisi kolaborasi dengan MPL Indonesia.

Throne 2.0 pun mendukung sesi bermain, streaming, maupun bekerja dengan tetap mengedepankan desain ergonomis khas TODAK, detail finishing yang lebih presisi, serta tampilan visual yang kuat.

Di Indonesia, distribusi resmi TODAK Throne 2.0 dipercayakan kepada PT Datascrip melalui jaringan ritel nasional dan berbagai platform e-commerce dengan dukungan layanan purnajual terpercaya.

Direktur PT Datascrip Sintra Wong pun menyambut positif peluncuran TODAK Throne 2.0 sebagai momentum penting dalam perjalanan brand TODAK di Indonesia.

“PT Datascrip siap memastikan produk ini dapat diakses secara luas dengan standar layanan yang konsisten dan terpercaya,” ujar Sintra Wong, dikutip InfoDigital.co.id, Kamis (5/3/2026).

Sementara itu, peluncuran TODAK Throne 2.0 pun merupakan bagian dari komiten dan dukungan TODAK  terhadap ekosistem esports nasional.

Apalagi, TODAK 2.0 ditunjuk sebagai Official Gaming Chair & Official Merchandise Partner untuk MPL Indonesia dan MDL Indonesia selama dua musim kompetisi 2026.

Kerja sama TODAK dengan MPL mencakup penyediaan kursi gaming resmi di panggung pertandingan, pengembangan merchandise resmi liga, serta berbagai aktivasi komunitas sepanjang musim berjalan.

“Keikutsertaan kami di MPL adalah bagian dari strategi jangka panjang TODAK 2.0 untuk tumbuh bersama ekosistem esports Indonesia,” tutur Presiden Direktur/Co-Founder PT TODAK Nusantara Group Shinta W Dhanuwardoyo.

Menurut dia, TODAK ingin menghadirkan produk dan merchandise yang tidak hanya relevan secara lifestyle, tetapi juga mendukung performa kompetitif dengan standar kualitas global.

“MPL menjadi ruang kolaborasi bagi kami untuk terus berkembang dan berkontribusi secara nyata,” jelas Shinta.

Fase Baru TODAK

Sementara itu, TODAK pun kini Tengah memasuki fase baru melalui peluncuran TODAK 2.0 dengan fokus sebagai brand esports lifestyle performance.

Penyesuaian strategi tersebut dilakukan untuk memperkuat pengembangan produk, kemitraan resmi dengan liga, serta distribusi yang lebih terstruktur di pasar Indonesia.

Sejalan dengan arah tersebut, per 1 Januari 2026, TODAK telah mengakhiri operasional divisi esports-nya.

Langkah itu dilakukan menjadi bagian dari reposisi jangka panjang agar perusahaan dapat memusatkan sumber daya pada pembangunan lini produk dan kolaborasi strategis di industri esports.

“TODAK dibangun dari semangat kompetitif dan komunitas. Memasuki era 2.0, kami tidak meninggalkan esports, kami memperluasnya,” ungkap Founder TODAK Azlan Zainal.

Dia menyebut, fokus TODAK kini membangun brand performance lifestyle yang lahir dari Asia Tenggara dan mampu bersaing di panggung global. Hal tersebut pun bukan akhir perjalanan, melainkan evolusi yang lebih besar dan berkelanjutan. (abm)

Komentar

Iklan