Infodigital.co.id

Solusi RAN Ericsson Percepat Pengembangan Jaringan 5G di Indonesia

Ilustrasi solusi perangkat berbasis Ericsson untuk pengembangan 5G. (Dok Ericsson)

Jakarta, IDEricsson, pemimpin global industri dan pengembang jaringan telekomunikasi asal negara Swedia, memperkenalkan portofolio baru radio AI-ready, antena, serta perangkat lunak Radio Access Network (RAN) yang ditingkatkan dengan AI.

Solusi tersebut dirancang untuk membantu operator telekomunikasi, termasuk di Indonesia, membangun jaringan yang lebih cerdas, efisien, dan siap menghadapi masa depan, termasuk jaringan seluler generasi kelima (5G).

Pada saat aplikasi berbasis AI tumbuh dengan cepat secara global, jaringan seluler dituntut kini untuk menghadirkan performa makin tinggi, termasuk kapasitas uplink yang lebih kuat, latensi lebih rendah, serta reliabilitas dan efisiensi energi yang lebih baik.

Portofolio terbaru Ericsson tersebut pun akan menjawab kebutuhan yang kian berkembang, sekaligus memungkinkan ekspansi 5G yang lebih terukur dan efisien secara biaya.

“Seiring dengan percepatan ekspansi 5G di Indonesia, jaringan yang cepat bukan satu-satunya prioritas, tetapi juga jaringan yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur Ericsson Indonesia Nora Wahby, dikutip InfoDigital.co.id,  Selasa (17/3/2026).

Seiring dengan percepatan agenda 5G nasional di Indonesia dan  pemerintah menargetkan cakupan sekitar 32% pada 2030, kesiapan infrastruktur, efisiensi pemanfaatan spektrum, dan pengembangan jaringan yang berkelanjutan masih menjadi prioritas strategis untuk operator maupun pembuat kebijakan.

Solusi yang tepercaya, aman, dan terukur yang akan mengoptimasi penggunaan spektrum, meningkatkan performa, dan meningkatkan efisiensi biaya akan menjadi faktor krusial untuk mempercepat adopsi 5G secara nasional sambil memastikan keberlanjutan investasi jangka panjang.

Menurut Nora Wahby, Ericsson melihat AI-ready RAN sebagai fondasi dari perjalanan tersebut.

Dengan menghadirkan kemampuan AI langsung ke RAN, Ericsson  memungkinkan terbentuknya jaringan berperforma tinggi yang adaptif dan lebih efisien dalam penggunaan energi.

“Hal tersebut akan dapat membantu operator telekomuninasi di Indonesia  mempercepat penyebaran jaringan sekaligus mengoptimalkan investasi jangka Panjang,” imbuhnya.

Kinerja Operator dan Pengguna

Kali ini, portofolio baru Ericsson tersebut mencakup sepuluh perangkat radio yang siap mendukung AI, peningkatan kemampuan software RAN, serta lima antena berkinerja tinggi.

Semuanya dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan spektrum, meningkatkan kinerja uplink, dan mempermudah proses implementasi jaringan 5G.

Dengan mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam lapisan hardware dan software, operator telekomunikasi dapat mengoptimalkan sumber daya jaringan secara lebih dinamis, meningkatkan pengelolaan lalu lintas, serta mendorong efisiensi operasional.

Langkah tersebut pun sekaligus mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung gelombang inovasi 5G berikutnya.

Fitur berbasis AI, seperti beamforming cerdas, prediksi jangkauan jaringan berbasis AI, serta pengelolaan mobilitas dan latensi yang lebih canggih, memungkinkan alokasi kapasitas jaringan dilakukan secara real-time berdasarkan pola penggunaan data.

Dengan kemampuan itu, operator penyedia layanan dapat memaksimalkan investasi infrastruktur sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat bagi pertumbuhan 5G yang berkelanjutan.

Bagi pengguna, kemajuan tersebut akan menghadirkan konektivitas yang lebih konsisten dan andal, mulai dari streaming video yang lebih lancar, pengalaman bermain game seluler yang lebih mulus, hingga aplikasi real-time berbasis AI.

Di sisi lain, konektivitas yang dapat dibedakan berdasarkan latensi, kecepatan, atau tingkat keandalan juga membuka peluang bagi operator untuk menghadirkan layanan lebih beragam yang disesuaikan dengan kebutuhan segmen konsumen maupun korporasi. (abm)

Komentar

Iklan