Kuartal III, Pendanaan Startup Asia Tenggara Membaik
Jakarta, ID – Pendanaan startup di kasawan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mulai membaik pada kuartal III-2025 secara nilai, menurut laporan terbaru DealStreetAsia bertema ‘Southeast Asia Deal Review: Q3 2025’. Namun, pendanaan startup tahap awal (early-stage) masih lesu.
Total modal yang terkumpul US$2,27 miliar dalam tiga bulan tersebut. Sebagian besar dikontribusi mega deal senilai US$1,3 miliar dari Princeton Digital Group untuk investasi data center. Jika ini tidak diperhitungkan, pendanaan startup belum menggemberikan.
Terjadi 112 transaksi pendanaan startup pada kuartal III tahun ini. Jumlah tersebut terlemah dalam periode kuartalan dalam lebih dari enam tahun terakhir. Singapura disebut mempertahankan kepemimpinan di tengah tantangan regional.
“Itu mencerminkan kehati-hatian investor yang terus berlanjut di tengah ketidakpastian ekonomi global,” ungkap Kepala Riset DealStreetAsia Andi Haswidi, dikutip InfoDigital.co.id, Selasa (28/10/2025).
Sebagai perbandingan, ada 115 transaksi pendanaan startup di Asia Tenggara pada kuartal II-2025 dan 114 transaksi pada kuartal I-2025. Total nilai pendanaan dua kuartal tersebut atau semester I-2025 sebesar US$1,85 miliar.
Sementara itu, selama sembilan bulan pertama tahun 2025 hingga 30 September, Asia Tenggara mencatat 341 putaran ekuitas, turun 34% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Secara nilai, startup di seluruh kawasan tersebut mengumpulkan pendanaan US$4,14 miliar pada Januari-September, meningkat 22,9% periode sama tahun sebelumnya.
Meskipun penyebaran modal melambat, DealStreetAsia juga menyoroti tanda-tanda awal stabilisasi muncul di beberapa sektor teknologi kesehatan dan sektor terkait dengan keberlanjutan.
Startup Mapan
Aktivitas pendanaan startup tahap akhir/matang (late-stage) menawarkan titik terang yang langka, dengan 18 transaksi tercatat dalam tiga kuartal, peningkatan tahun pertama dalam empat tahun.
Hal tersebut juga menunjukkan bahwa investor secara selektif tetap mendukung usaha startup yang terbukti dan skalabel, terutama di bidang AI, pusat data (data center), dan teknologi kesehatan.
Hal tersebut pun sekaligus menunjukkan lanskap pendanaan startup di Asia Tenggara yang terus mengalami kalibrasi ulang pada kuartal ketiga, mencerminkan transisi dari pertumbuhan dengan segala cara menuju disiplin modal.
Minat investor tetap ada dan selektif, dengan fokus dan berorientasi yang lebih tajam kepada profitabilitas, kemampuan bertahan, dan model bisnis yang telah terbukti.
Penurunan pendanaan pada startup tahap awal juga menggarisbawahi kalibrasi ulang toleransi risiko yang lebih luas, terutama di antara investor global dan lintas negara yang menghadapi kenaikan biaya modal dan kendala likuiditas.
Sebaliknya, aktivitas pendanaan startup tahap akhir menunjukkan peningkatan yang signifikan. Meskipun sederhana, hal tersebut menandai tanda-tanda pertama kembalinya kepercayaan diri investor pada startup late-stage. (bdm)
Pendanaan Startup di Asia Tenggara
| Periode | Transaksi | Nilai (US$ Miliar) |
| Kuartal I-2025 | 114 | 0,555 |
| Kuartal II-2025 | 115 | 1,30 |
| Kuartal III-2025 | 112 | 2,27 |
| Total | 341 | 4,12 |
Sumber: DealStreetAsia, Oktober 2025




