Jaringan Telko Tetap Andal Saat Arus Balik
Jakarta, ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan keandalan jaringan telekomunikasi seluler (telko) di Tanah Air guna menyambut momen arus balik libur Lebaran 2026 yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Sabtu-Minggu (28-29/3/2026).
Semua operator seluler, yakni Telkomsel (anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk), PT Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo Hutchison, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk masih menjaga kapasitas dan keandalan layanannya.
Salah satu yang menjadi perhatian dan salah satu titik terpadat saat arus balik Lebaran tahun ini di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, yang menghubungkan pulau Sumatra dengan Jawa.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo pun memastikan performa jaringan telko di Pelabuhan Bakauheni tetap andal dengan tingkat keberhasilan layanan (success rate) 96% saat puncak arus balik Lebaran 2026.
“Di Bakauheni, kecepatan rata-rata mencapai 30 Mbps dengan success rate 96%. Kondisinya sangat baik,” ujar Angga, usai meninjaua Posko Monitoring Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2026 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, dikutip InfoDigital.co.id, Sabtu (28/3/2026).
Secara umum, hasil pemantauan di lapangan juga menunjukkan kualitas layanan telko tetap terjaga, termasuk di titik-titik padat pemudik. Wamenkomdigi sempat berdialog langsung dengan pemudik untuk memastikan pengalaman penggunaan jaringan selama perjalanan.
“Alhamdulillah, masyarakat yang kami temui merasa aman dan layanan komunikasi dirasakan baik selama perjalanan,” jelasnya.
Selama periode mudik dan arus balik, Kemkomdigi mencatat sekitar 10 ribu laporan gangguan layanan yang sebagian besar dipicu lonjakan trafik pada jam-jam sibuk. Seluruh laporan tersebut sukses ditangani oleh operator.
“Kami memantau sekitar 10 ribu laporan gangguan ke operator seluler, namun alhamdulillah semuanya sudah terselesaikan,” ungkapnya.
Lonjakan trafik pada puncak arus balik telah berdampak kepada penurunan kecepatan layanan di sejumlah titik. Namun, kondisi tersebut telah diantisipasi melalui penguatan jaringan oleh operator.
Pengawasan dan 5G
Selain itu, pemerintah, melalui Balai Monitoring, terus memperkuat pengawasan spektrum frekuensi di berbagai wilayah untuk menjaga kualitas komunikasi, termasuk pada sektor transportasi dan keselamatan.
“Balai Monitoring tidak hanya memantau kualitas telekomunikasi, tetapi juga frekuensi radio di darat, laut, dan udara agar tidak terjadi gangguan komunikasi,” imbuhnya.
Pengawasan tersebut dilakukan secara luas di berbagai wilayah strategis, termasuk posko Rafi yang tersebar di sejumlah kota dan titik utama arus mudik dan balik.
“Balai Monitoring bertugas menjaga agar tidak ada penggunaan frekuensi ilegal yang dapat mengganggu komunikasi, terutama yang berkaitan dengan keselamatan,” tambahnya.
Wamenkomdigi juga mengapresiasi kesiapsiagaan seluruh petugas yang tetap siaga selama periode Lebaran untuk memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
“Petugas Balai Monitoring dan operator bekerja 24 jam hingga 29 Maret. Kami mengapresiasi dedikasi mereka dalam menjaga layanan tetap optimal,” ucapnya.
Penguatan jaringan juga dilakukan melalui penyediaan layanan 5G di wilayah Lampung, termasuk Bakauheni, sebagai tambahan kapasitas dan peningkatan kualitas layanan.
“Di Lampung, termasuk Bakauheni, saat ini sudah tersedia layanan 5G yang memberikan kualitas internet lebih cepat dan lebih baik,” ungkapnya.
Selain itu, Angga mengimbau masyarakat yang masih dalam perjalanan arus balik untuk tetap berhati-hati serta memanfaatkan layanan komunikasi secara bijak.
“Kami mengimbau masyarakat yang melakukan arus balik untuk tetap berhati-hati dan menggunakan layanan komunikasi dengan baik. Jika ada kendala, silakan melapor,” tutur Wamen Angga.
Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konektivitas digital masyarakat selama momen Lebaran 2026. (lmm)




