Google dan Kemkomdigi Percepat Startup Adopsi AI
Jakarta, ID – Google, raksasa teknoli asal Amerika Serikat, bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dan Garuda Sparks Innovation Hub, berkomitmen mempercepat adopsi teknologi artificial intelligence (AI) di ekosistem dan bagi startup.
Ketiganya pun baru saja kembali menghadirkan kegiatan ‘Google for Startups Accelerator’ sebagai bagian dari inisiatif Google Bangkit Bersama AI di Tanah Air.
Kolaborasi jangka panjang tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan daya saing startup AI di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan (2025–2029).
Melalui program tersebut, para founder startup mendapatkan dukungan teknologi, pendampingan, serta akses ekosistem untuk membangun solusi AI yang relevan dan berdampak.
Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan, ekosistem startup tidak cukup hanya ditopang dengan dukungan dan suntikan modal.
Penguatan startup membutuhkan mentorship, jejaring industri, akses pasar, eksposur investor, serta ruang eksperimen yang terstruktur. Namun, ekosistem harus diaktivasi melalui program konkret dan kolaborasi strategis.
“Salah satu bentuknya melalui kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk kolaborasi dengan Google dalam program akselerasi startup, khususnya yang mengembangkan produk berbasis AI,” ujar Meutya, dikutip InfoDigital.co.id, Rabu (25/2/2026).
Sementara itu, sejak diluncurkan pada 2025, program tersebut telah membina 63 startup melalui Google for Startups Accelerator dan AI Solutions Lab Indonesia.
Kedua program itu mendampingi para pendiri startup, mulai dari tahap eksplorasi awal hingga pengembangan solusi AI yang siap dimanfaatkan di berbagai sektor strategis yang sejalan dengan prioritas pemerintah, seperti kesehatan, pendidikan, keuangan, pertanian, dan berbagai sektor lain.
Melalui akses langsung ke infrastruktur AI Google Cloud serta pendampingan teknis secara intensif, para startup diharapkan bisa mempercepat proses pengembangan dari konsep hingga implementasi.
Hasil Inovasi Startup
Sementara itu, beberapa startup peserta Google for Startups Accelerator telah berhasil melahirkan berbagai inovasi dengan memanfaatkan AI di berbagai sektor. Beberapa di antaranya Analitica di sektor pendidikan, DayaTani di sektor pertanian, dan Nexmedis di sektor kesehatan.
Startup edtech Analitica berhasil mengembangkan Interactive Cognitive Assistant (ICA) dari sekadar tutor berbasis teks menjadi ekosistem pembelajaran generatif dan multimodal dengan mengintegrasikan Gemini 3, Gemini TTS, serta Nano Banana Pro di atas Firebase.
Dengan dukungan Firestore, Cloud Storage, dan Cloud Run Functions, ICA kini mampu menghasilkan podcast berkualitas tinggi dan video penjelasan singkat untuk setiap topik secara instan. Kehadiarannya juga untuk mengatasi keterbatasan produksi konten pembelajaran konvensional.
Selanjutnya, startup agritech DayaTani berhasil menghadirkan Pak Dayat, asisten pertanian berbasis LLM yang terintegrasi langsung dengan WhatsApp.
Melalui teknologi Generative AI, petani pun kini dapat mengirimkan pesan suara terkait kondisi tanaman, gejala penyakit tanaman, input pertanian, hingga pola cuaca.
Terakhir, startup healthtech Nexmedis mampu mengembangkan MCU AI, sistem berbasis AI yang mengotomatiskan pembuatan laporan medical check-up.
Didukung oleh Gemini Flash 2.0, solusi tersebut berfungsi menganalisis data klinis, mengidentifikasi temuan abnormal, serta menghasilkan rekomendasi tindak lanjut yang dipersonalisasi dan berbasis bukti yang dapat dimanfaatkan oleh tenaga medis maupun pasien. (lmm)




