Menkomdigi Ungkap Risiko Digital Jadi Alasan Pembatasan Usia Anak hingga 16 Tahun
Menkomdigi Meutya Hafid di Bogor. (Dok Komdigi)--
Interaksi dengan Orang Asing Bahayakan Anak
Fitur komunikasi pada platform digital memungkinkan anak terhubung dengan orang lain tanpa harus bertemu secara langsung. Namun, kemudahan tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh pihak yang memiliki niat buruk.
Salah satu ancamannya adalah child grooming, yaitu upaya seseorang membangun kedekatan emosional dan kepercayaan dengan anak untuk memanipulasi atau mengeksploitasinya. Praktik ini dapat berujung pada eksploitasi seksual, fisik, maupun emosional.
Selain itu, anak berpotensi menjadi korban perundungan siber, penipuan daring, dan pendekatan yang bertujuan merekrut mereka ke dalam kelompok radikal.
Risiko tersebut semakin perlu diwaspadai karena interaksi digital tidak selalu memperlihatkan identitas maupun tujuan sebenarnya dari orang yang berkomunikasi dengan anak.
BACA JUGA:Daftar Platform Digital Berisiko Rendah dan Tinggi bagi Anak Menurut PP Tunas
Orang Tua Perlu Tingkatkan Pengawasan Digital
Meutya mengingatkan bahwa orang tua pun memiliki peran penting dalam memastikan aktivitas digital anak berlangsung dengan aman.
Menurutnya, kewaspadaan saat anak berada di luar rumah semestinya juga diterapkan ketika mereka menjelajahi internet.
Ia mengajak orang tua memahami bahwa ruang digital memiliki risiko yang tidak selalu terlihat secara langsung.
“Bapak-ibu pernah enggak biarin anaknya jalan sendirian, disuruh jalan-jalan ke kompleks sebelah atau tidak didampingi? Tidak pernah. Ranah digital lebih berbahaya, itu anak ibu keluar kompleks yang depan rumah aja belum tentu ibu-ibu kasih,” ungkap Meutya.
Pengawasan dapat dilakukan melalui komunikasi terbuka, pendampingan sesuai usia, serta pemahaman mengenai platform dan fitur yang digunakan anak. Orang tua juga perlu membangun kepercayaan agar anak berani bercerita ketika mengalami perundungan, menerima pesan mencurigakan, atau menghadapi situasi yang membuatnya tidak nyaman.
Pendekatan tersebut penting agar perlindungan tidak hanya bergantung pada larangan, tetapi juga membantu anak mengenali bahaya dan mengambil keputusan yang lebih aman.
Eksploitasi Komersial dan Keamanan Data Anak
Ancaman di ruang digital tidak hanya berkaitan dengan interaksi sosial. Pemerintah turut memperhatikan bagaimana anak dapat menjadi sasaran berbagai strategi komersial yang diterapkan oleh platform digital.