HIPMI Buka Suara Soal IHSG Anjlok 11,57%, Ajak Investor Tetap Optimistis
Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo (tengah). (Dok BPP HIPMI)--
Di tengah tekanan IHSG, HIPMI juga mengajak pengusaha muda agar tidak serta-merta menghentikan ekspansi bisnis maupun inovasi akibat sentimen negatif jangka pendek.
Namun, Ade Jona menekankan bahwa optimisme harus berjalan beriringan dengan perhitungan bisnis yang matang.
Setiap keputusan investasi perlu mempertimbangkan risiko, kondisi keuangan perusahaan, prospek pasar, dan kemampuan usaha untuk bertahan menghadapi perubahan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk memperluas kesempatan investasi, menjaga keberlangsungan bisnis, serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
HIPMI pun menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor riil dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“HIPMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor riil dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” jelasnya.
Ade Jona menegaskan bahwa perjalanan ekonomi Indonesia telah melalui berbagai periode tantangan.
Karena itu, tekanan pasar saat ini perlu dijadikan kesempatan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi, memperkuat produktivitas, dan membangun kepercayaan secara berkelanjutan.
“IHSG boleh merah, tetapi masa depan Indonesia tidak boleh kita lihat dengan pesimisme. Pasar bisa bergejolak, namun semangat pengusaha Indonesia harus tetap menyala,” pungkas Ade Jona Prasetyo. (abm)