Awas, Jaga THR dari Penipuan Digital
Jakarta, ID – VIDA, penyedia solusi digital identity dan fraud prevention terdepan di Indonesia, berbagi tips aman agar kita bisa menjaga uang, termasuk (tunjangan hari raya (THR), kita dari potensi penipuan digital yang makin marak dan canggih.
VIDA mengingatkan bahwa praktik penipuan digital kini telah berevolusi makin canggih dengan berbagai modus yang berkembang dan aksinya masuk dalam kelompok jaringan yang terstruktur dari semula individu.
Modus penipuan digital kini makin canggih, mulai dari deepfake AI yang palsukan wajah dan suara, fake Base Transceiver Station (BTS) yang mengirimkan pesan palsu secara massal, hingga malware berbahaya yang menyusup dan menyadap perangkat pengguna.
Hal itu mengemuka dalam podcast Kasisolusi Bersama VIDA bertajuk ‘80% Penipuan OTP Naik Saat Musim THR!? Ini Modus Phishing yang Bikin Rekening Ludes!’.
Founder & Group CEO VIDA Niki Luhur mengatakan, penipuan digital selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menguji ulang, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks dan sistematis.
“Mereka memanfaatkan celah keamanan, kelemahan literasi digital masyarakat, serta momentum tertentu untuk melancarkan aksinya,” ungkap Niki Luhur, dikutip InfoDigital.co.id, Senin (9/3/2026).
Bahkan, berdasarkan data internal VIDA, sepanjang tahun 2025, lonjakan kasus penipuan digital paling banyak terjadi menjelang dan saat pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).
Momentum tersebut ditandai dengan meningkatnya aktivitas transaksi dan mobilitas Masyarakat yang yang secara tidak langsung membuka lebih banyak celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya.
2 Modus Utama
Niki Luhur pun menyampaikan terdapat 2 modus penipuan digital yang marak terjadi di Indonesia saat ini dan Sebagian mengincar THR korban.
1. Phishing atau smishing
Metode ini melibatkan berbagai cara untuk memancing korban agar mengklik tautan dan memasukkan data pribadi, seperti username, password, dan one-time password (OTP) via SMS.
Contohnya, pelaku dapat menyamar sebagai instansi logistik maupun ada nomor tidak diketahui memberikan tawaran promo Ramadan palsu.
Modus tersebut juga berkembang melalui metode fake BTS yang memungkinkan pesan palsu terkirim secara massal dan tampak seolah berasal dari institusi resmi sehingga terlihat meyakinkan bagi penerima.
2. Malware
Metode ini memancing korban untuk mengunduh aplikasi berbahaya dalam bentuk fail aplikasi (APK).
Modus yang digunakan beragam, mulai dari dokumen status pengiriman paket, undangan pernikahan, hingga dokumen lain yang tampak relevan bagi korban.
Setelah terunduh, aplikasi tersebut memungkinkan pelaku memantau perangkat korban dari jarak jauh, termasuk mengakses password serta berbagai informasi sensitif yang tersimpan dan digunakan di perangkat.




