Infodigital.co.id

Awas, Buat Karikatur Foto di AI Rawan Penipuan Digital

Ilustrasi pemanfaatan aplikasi AI yang berdampak positif dan negatif. (Dok Kaspersky)

Jakarta, IDKaspersky, perusahaan konsultan dan penyedia solusi sekuriti siber asal Rusia, mengingatkan bahwa pembuatan karikatur menggunakan foto dan data pribadi lewat aplikasi artificial intelligence  (AI) rawan penipuan digital.

Karena itu, ahli keamanan siber Kaspersky memperingatkan, tren yang tampak kreatif dan menghibur tersebut dapat mengekspos informasi pribadi dan memungkinkan pembuatan pesan penipuan skala besar yang dipersonalisasi, yang merupakan ancaman sangat nyata saat ini.

Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky Adrian Hia mengatakan,  tren viral pembuatan karikatur kehidupan dari foto dan data pribadi kita mungkin tampak seperti hiburan yang tidak berbahaya. Tetapi, ini sebenarnya merupakan informasi sukarela bagi penjahat siber.

“Setiap kali pengguna di Asia-Pasifik memberikan detail tentang dirinya kepada AI hanya untuk melihat ilustrasi cerdas, mereka menyerahkan cetak biru untuk serangan rekayasa sosial yang sempurna,” tutur Adrian, mengingatkan, dikutip InfoDigital.co.id, Senin (23/2/2026).

Kaspersky pun menemukan risiko tersebut sangat akut di kawasan Asia-Pasifik di tengah tingkat adopsi AI yang tinggi.

Dengan 78% profesional menggunakan AI setiap minggu (melebihi rata-rata global 72%), banyak pengguna masih kesulitan dengan literasi teknis dasar, sehingga rentan terhadap penipuan digital berbasis rekayasa sosial dan phishing.

Selain itu, saat berinteraksi dengan platform AI, pengguna sebenarnya tidak hanya membagikan gambar akhir.

Tergantung pada layanan dan kebijakan privasinya, pengguna berbagi foto asli, teks atau instruksi yang ditulis, riwayat penggunaan, dan data teknis tertentu, seperti alamat IP, perangkat, atau pola interaksi, yang dapat disimpan.

Sebagian informasi tersebut mungkin disimpan untuk mengoperasikan layanan, meningkatkan kinerja, atau melatih model AI. Ini berarti, konten tersebut tidak benar-benar hilang setelah karikatur dibuat dan mungkin tetap ada lebih lama dari yang diharapkan pengguna.

“Di wilayah dengan adopsi AI terdepan dan literasi teknis yang masih tertinggal, potret digital ini menjadi peta berbahaya,” ucap Adrian.

Pada dasarnya, lanjut dia, saat kita memberi penipu ‘konteks’ yang dibutuhkan untuk mengubah e-mail phishing generik menjadi penipuan yang sangat personal dan meyakinkan, sehingga memungkinkan untuk melewati pertahanan pengguna yang berhati-hati sekali pun.

Tren Mewabah

Saat ini, tren baru telah menjadi viral di media sosial, yakni pengguna membagikan foto pribadi dan meminta aplikasi alat kecerdasan buatan (AI) untuk membuat karikatur, atau foto ilustrasi berdasarkan kehidupan, pekerjaan, dan ‘semua yang diketahui AI’.

Hasilnya, kita akan dapat menampilkan versi animasi orang tersebut di kantor, bersama keluarga, atau mewakili profesi, dan telah menjadi konten yang sering muncul di Instagram, TikTok, hingga LinkedIn.

Menurut para ahli Kaspersky, jenis permintaan tersebut tidak berfungsi seperti filter visual sederhana. Untuk mendapatkan gambar yang lebih akurat, orang-orang mengizinkan alat AI untuk mengakses semua informasi terkait dengan profilnya tanpa Batasan.

Karena, instruksi itu sendiri tertanam dalam perintah ‘buat karikatur tentang saya dan pekerjaan saya berdasarkan semua yang Anda ketahui tentang saya’.

Selain foto referensi, data tambahan seperti nama perusahaan, logo perusahaan, jabatan, kota, rutinitas harian, hobi, dan detail keluarga lainnya sering disertakan dan digunakan untuk menciptakan karikatur.

Sementara itu, setiap poin data yang masuk AI merupakan bagian penting dalam membangun profil digital yang detail.

Dengan menggabungkan gambar, teks, dan konteks, kebiasaan, hubungan, tempat yang sering dikunjungi, dan tanggung jawab profesional, informasi lengkap dapat dieksploitasi oleh pelaku penjahat siber untuk membuat penipuan lebih canggih.

Akibatnya, upaya penipuan dengan menyebutkan tempat kerja, jabatan, atau bahkan anggota keluarga, menjadi jauh lebih meyakinkan dan meningkatkan kemungkinan untuk meningkatkan kepercayaan korban dan membagikan informasi sensitif/uang.

Halaman: 1 2
Komentar

Iklan