80 Ribu Anak Terpapar Judi Online

Sabtu 16-11-2024,07:00 WIB
Reporter : redaksi
Editor : redaksi

<strong>Jakarta, ID</strong> - Lebih dari 80 ribu anak di Indonesia diperkirakan sudah terpapar <a href="https://infodigital.co.id/presiden-tegaskan-tak-ada-backing-judi-online/"><strong>judi slot (<em>online</em>)</strong></a>. Karena itu, <a href="https://infodigital.co.id/11-pegawai-kemkomdigi-terlibat-judi-online-tak-mengejutkan/"><strong>Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi)</strong></a> meningkatkan literasi digital untuk memeranginya. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomdigi) Meutya Hafid pun mengajak ibu rumah tangga dan generasi muda jadi relawan literasi digital untuk memerangi berbagai kejahatan siber, terutama judi <em>online</em> anak-anak. "Kita ingin anak muda melek digital juga membantu perangi kejahatan siber. Jadi, tidak cuma judi <em>online</em> sebetulnya, tapi seluruh kejahatan di dunia maya," ungkap Meutya, di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Intiland Teduh Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, dikutip <a href="https://infodigital.co.id/"><strong><em>InfoDigital.co.id</em></strong></a>, Sabtu (16/11/2024). Menurut Menkomdigi, keberadaan relawan literasi digital diperlukan untuk memberikan pengetahuan kejahatan digital kepada masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Kemkomdigi pun disebutnya terus mengadakan literasi digital, terutama di daerah dengan tingkat korban judi <em>online</em> tinggi. "Kita cari memang daerah-daerah yang terkonsentrasi di situ, kita pahami bahwa aktivitas judi dan pinjaman <em>online </em>tinggi," tegasnya. Kemkomdigi juga menggandeng tokoh agama dan masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang bahaya judi <em>online</em>. "Kemarin di NTT (Nusa Tenggara Timur) dengan tokoh agama Kristiani, dan sekarang dengan di sini, paling banyak muslim. Jadi, yang kita libatkan juga tadi Ustaz Maulana," tuturnya. Meutya menyebut, kementerian yang dipimpinnya terus berbenah untuk memperbaiki sistem aduan masyarakat terhadap konten-konten yang melanggar aturan. “Kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, terutama ibu-ibu, dapat memberantas judi <em>online</em> hingga ke ruang-ruang privat di dalam lingkungan keluarga,” pungkas Menkomdigi. (bdm)

Tags :
Kategori :

Terkait