3 Obligasi Emiten Telko Hashim Senilai Rp1,25 Triliun Raih Peringkat idA

Jumat 06-11-2026,09:00 WIB
Editor : Abdul Muslim

Jakarta, ID – Tiga obligasi PT Solusi Energi Digital/Surge Tbk, emiten telekomunikasi digital milik Hashim Djojohadikusumo berkode saham WIFI, untuk seri A, B, dan C tahun 2026 senilai Rp1,25 triliun mendapatkan pemeringkatan idA (Single A). 

Pemeringkatan tersebut diberikan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan tanggal penerbitan 5 November dan berlaku setahun ke depan, yakni periode 3 November 2026-1 November 2027.

“Nama perusahaan PT Solusi Sinergi Digital Tbk, perihal laporan hasil pemeringkatan pemeringkatan tahunan,” ujar Direktur Utama Surge Shannedy Ong, dalam suratnya kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia, dikutip InfoDigital, Jumat (6/11/2026). 

BACA JUGA:Sembilan Bulan 2026, Laba Bersih Perusahaan Hashim Rp648 Miliar, Lompat 96%

Shannedy menjelaskan, dari total obligasi tahun 2026 senilai Rp1,25 triliun itu, pertama, pemeringkatan untuk Obligasi Berkelanjutan I Solusi Sinergi Digital Tahap I Tahun 2026 Seri A dengan jumlah pokok Rp830.720.000.000 yang akan jatuh tempo pada 6 Juli 2027.

Kedua, Obligasi Berkelanjutan I Solusi Sinergi Digital Tahap I Tahun 2026 Seri B dengan jumlah nilai pokok Rp167.855.000.000 dan akan jatuh tempo tanggal 26 Juni 2028.

Terakhir, Obligasi Berkelanjutan I Solusi Sinergi Digital Tahap I Tahun 2026 Seri C dengan jumlah nilai pokok Rp251.425.000.000 dan akan jatuh tempo pada 26 Juni 2029.

Penjelasan Pefindo dan Harga Saham

Sementara itu, Direktur Utama Pefindo Ignatius Girendroheru menjelaskan bahwa sertifikat pemantauan pemeringkatan atas Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026 Seri A, Seri B, dan Seri C Surge berlaku untuk periode 3 November 2026 sampai dengan 1 November 2027. 

“Panitia Pemeringkat PT Pefindo memutuskan peringkat idA (Single A) terhadap Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026 Seri A, Seri B, dan Seri C Surge senilai Rp1.250.000.000.000 untuk periode 3 November 2026-1 November 2027,” tutur Girendroheru. 

BACA JUGA:Hashim Djojohadikusumo Mundur dari Komisaris Surge

Menurut dia, pemeringkatan tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari laporan keuangan tidak diaudit per 30 Juni 2026 dan laporan keuangan audit Surge per 31 Desember 2025. 

Efek utang perseroan dengan peringkat idA itu mengindikasikan bahwa kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia, adalah kuat. 

“Walaupun demikian, kemampuan emiten mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan dengan emiten yang peringkatnya lebih tinggi,” pungkas dia.

Pada perdagangan Kamis (6/11/2026), saham WIFI ditransaksikan menguat Rp5 (0,62%) ke penutupan Rp810. Sahamnya dibuka dari Rp820, serta sempat ke posisi terendah Rp775 dan tertinggi Rp850. (lmm)

Kategori :