“Jadi, kita gunakan kesempatan ini bagaimana bisa memasarkan kopi Gayo bukan cuma ada di Banda Aceh, kota seribu kedai kopi, tapi bagaimana dia bisa kita pindahkan ke lanskap digital,” ungkapnya.
BACA JUGA:81 Startup Indonesia Akhirnya Bertemu 80 Pemodal dari 13 Negara
Garuda Spark Innovation Hub di Aceh
Guna mendukung pengembangan startup, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pun telah menyiapkan penguatan ekosistem inovasi, antara lain melalui Garuda Spark Innovation Hub.
Nezar menyampaikan bahwa Banda Aceh telah diusulkan menjadi salah satu dari 10 kota pengembangan Garuda Spark di Indonesia.
Program tersebut diharapkan dapat mempertemukan komunitas startup lokal dengan jaringan inovasi nasional sekaligus membuka akses terhadap pendampingan bisnis, pengembangan teknologi, dan sumber daya yang diperlukan untuk memperbesar skala usaha.
Lebih lanjut, dia mengingatkan bahwa besarnya populasi generasi muda Aceh menjadi modal penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.
Dengan sekitar 51% penduduk berasal dari kelompok generasi Z dan milenial, Aceh memiliki potensi sumber daya manusia yang besar untuk menciptakan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Nezar pun menegaskan bahwa kreativitas dan keberanian mengambil langkah menjadi modal penting agar potensi daerah Aceh dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi mampu bersaing di pasar global.
“Yang paling penting, kita harus memulai, itu yang paling penting. Kita harus mulai dan biarkan dia bertumbuh dan berkembang,” pungkas Wamenkomdigi. (afm)