Riset yang mendasari panduan tersebut menyoroti satu pertimbangan penting ketika perusahaan mulai menggunakan AI secara berkelanjutan dalam lingkungan produksi.
Hal yang perlu perhatikan terkait kesiapan infrastruktur, sehingga dapat menentukan di mana AI dapat diimplementasikan serta seberapa cepat beban kerja yang akan digunakan dalam operasional.
Ketersediaan daya, sistem pendinginan, konektivitas, dan kapasitas operasional juga dapat menentukan, apakah beban kerja yang akan dijalankan dapat didukung oleh fasilitas yang sudah ada atau membutuhkan model implementasi yang berbeda.
Sementara itu, panduan menerjemahkan berbagai pertimbangan tersebut ke dalam empat langkah utama. Pertama, menentukan tujuan bisnis dan beban kerja AI yang akan dijalankan, kedua, mengevaluasi skala, kebutuhan performa, dan kebutuhan operasional.
Ketiga, menentukan lokasi implementasi yang paling sesuai, serta keempat, mencocokkan beban kerja AI dan lokasi tersebut dengan model infrastruktur fisik serta desain referensi yang tepat. (afm)