Ini Penjelasan Investasi GoTo Bikin Laba Telkom Turun

Senin 02-11-2026,07:00 WIB
Editor : Abdul Muslim

Dalam penjelasannya, laporan keuangan Telkom menyebut bahwa investasi memalui anak usahanya, Telkomsel, pada GoTo menjadi salah satu penyebabnya.

Pada 30 September 2026 dan 2025, Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GoTo menggunakan level 1 berdasarkan nilai pasar masing-masing sebesar Rp32 per saham dan Rp54 per saham. 

Jumlah kerugian yang belum direalisasikan dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GoTo untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 dan 2025 masing-masing mencapai Rp759 miliar dan Rp380 miliar. 

Namun, nilai tersebut masih disajikan sebagai kerugian yang belum direalisasikan dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam laporan laba rugi konsolidasian, sehingga masuk dalam pos beban biaya. 

BACA JUGA:Telkom Kini Kuasai 100% Saham TelkomSigma Lewat Akuisisi 19,19% Saham yang Dimiliki TDE

Dampak Investasi MIDI di Startup

Selanjutnya, investasi MDI pada berbagai perusahaan usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) yang bergerak di bidang informasi dan teknologi juga akhirnya masih menjadi beban yang diperhitungkan potensi kerugian dan masuk pos beban biaya Telkom. 

Untuk periode sembilan bulan 2026 yang berakhir tanggal 30 September, Telkom sebenarnya tak menerima laporan adanya penambahan investasi baru MDI pada startup. 

Namun, jumlah kerugian yang belum direalisasikan dari perubahan nilai wajar investasi MDI pada startup untuk periode sembilan bulan tahun 2026 yang berakhir tanggal 30 September telah mencapai Rp794 miliar. 

Selain itu, pada pos beban biaya, Telkom mencatat bagian kerugian yang tidak diakui dari investasi di asosiasi yang diperhitungkan berdasarkan metode ekuitas pada 30 September 2026 dan 2025 yang masing-masing sebesar Rp339 miliar dan Rp328 miliar.

Di sisi lain, perseron juga harus menanggung beban biaya lain-lain tambahan Rp347 miliar tahun 2026 dari periode sama tahun lalu yang justru masih mendapatkan penghasilan lain-lain bersih Rp75 miliar.

Dampak dari semua akumulasi beban biaya tersebut, dua di antaranya akibat investasi pada GoTo dan startup, laba usaha Telkom pun turun sekitar Rp245 miliar (0,86%) menjadi Rp27,99 triliun dari setahun lalu masih Rp28,24 miliar.

Namun, selain karena semua beban biaya tersebut, perseroan harus membayar tambahan beban PPh yang lebih besar pada tahun ini dibandingkan setahun lalu. 

Pada perdagangan Jumat (30/10/2026), saham TLKM ditransaksikan sideways ke penutupan Rp1.980. Sahamnya dibuka dari Rp1.990, serta sempat ke level tertinggi Rp2.010 dan terendah Rp1.935. (bdm)

Kategori :