Boncos Investasi di GoTo, Laba Bersih Telkom Tergerus 1,92%

Senin 02-11-2026,06:00 WIB
Editor : Abdul Muslim

Jakarta, ID – Boncos investasi di GoTo telah mengakibatkan laba bersih   PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk , emiten telko digital terbesar di Tanah Air berkode saham TLKM , turun sekitar Rp380 miliar (1,92%) menjadi Rp19,46 triliun pada 2026 hingga 30 September dibandingkan setahun sebelumnya ( year on year /YoY) masih Rp19,84 triliun.

Laba perseroan tersebut diperoleh dari total pendapatan yang sebenarnya mampu tumbuh Rp3,88 triliun (3,54%) menjadi Rp113,5 triliun dari tahun sebelumnya Rp109,62 triliun.

Tetapi, karena pendapatan harus dikurangi dengan beban biaya yang cukup besar, pendapatan bersih lainnya yang diperhitungkan dikurangi (salah satunya investasi di GoTo merugi Rp759 miliar ), dan adanya peningkatan pembayaran pajak penghasilan (PPh) . 

Jadi, salah satu penyebab laba bersih turun Telkom diakui karena investasi pada GoTo masih diperhitungkan sebagai potensi kerugian. Selain itu, beban biaya lainnya serta adanya peningkatan dan ketahanan beban pembayaran pajak penghasilan (PPh). 

BACA JUGA: Semester I, Laba Telkom Tembus Rp10 Triliun

Direktur Utama Nanang Hendarno mengungkapkan, laporan keuangan konsolidasian Telkom dan entitas anak usaha tahun 2026 hingga 30 September disajikan sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

“Seluruh informasi dalam laporan keuangan konsolidasian perusahaan dan entitas anak usaha pun telah diungkapkan secara lengkap dan benar,” ujar Nanang, dalam pengantar laporan keuangan, dikutip InfoDigital , Senin (2/11/2026).  

Kembali ke catatan pada laporan keuangan, berikut penjelasan lanjutan, kenapa pada akhirnya laba bersih Telkom turun walaupun total pendapatannya masih mampu tumbuh 3,54%. 

Laba Usaha dan Laba Bersih Pun Turun

Dampak dari semua akumulasi beban biaya yang tersebut di atas, dua di antaranya akibat investasi pada GoTo dan startup, laba usaha Telkom pun langsung turun sekitar Rp245 miliar (0,86%) menjadi Rp27,99 triliun dari setahun lalu masih Rp28,24 triliun.

BACA JUGA: Pendapatan Telkomsel Berkontribusi 73% ke Telkom

Ke pos berikutnya, laba sebelum PPh perusahaan sebenarnya sedikit membaik tumbuh Rp233 miliar (0,91%) menjadi Rp25,73 triliun karena beban biaya pendanaan yang menurun.

Namun demikian , Telkom harus menanggung tambahan beban pembayaran PPh yang naik sekitar Rp613 miliar (10,84%) menjadi Rp6,26 triliun pada sembilan bulan tahun 2026 hingga 30 September dibandingkan setahun lalu masih Rp5,65 triliun.   

Pada akhirnya, laba bersihnya pun turun sekitar Rp380 miliar (1,92%) menjadi Rp19,46 triliun dibandingkan setahun sebelumnya masih Rp19,84 triliun.

Dampaknya dan pada akhirnya, laba bersih per saham ( earning per share /EPS) Telkom tergerus Rp5,42 (3,57%) menjadi Rp146,31 dari setahun yang lalu masih Rp151,73. (abm)

Kinerja Keuangan Telkom

Pos Keuangan

September 2026

September 2025

Tumbuh

Tumbuh (%)

Pendapatan bersih

113.502

109.617

3.885

3,54

Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi

32.088

30.284

1.804

5,95

Beban penyusutan dan amortisasi

25.770

25.996

-0,226

-0,86

Beban karyawan

11.681

11.903

-0,222

-1,86

Laba Usaha

27.999

28.244

-0,245

-0,86

Laba Sebelum PPh

25.726

25.493

0,233

0,91

Beban PPh

6.264

5.651

0,613

10,84

Laba Bersih

19.462

19.842

-0,38

-1,92

Laba bersih per saham

146,31

151,73

-5,42

-3,57

Sumber: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Oktober 2026

Satuan dalam miliar rupiah, kecuali tumbuh (%) dan laba per saham  

Kategori :