Jakarta, ID – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menargetkan masyarakat Indonesia (RI) dapat menikmati akses internet berbasis kabel/tetap/fiber optik (fixed broadband) berkecepatan 100 Mbps dengan tarif di Rp100-200 ribu per bulan.
Perluasan jaringan fiber optik hingga rumah tangga (fiber to the home/FTTH) pun menjadi salah satu agenda Komdigi guna menyediakan akses internet tetap yang terjangkau untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan digital masyarakat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, perluasan akses jaringan fixed broadband menjadi salah satu langkah strategi pemerintah hingga 2029 untuk meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus menekan biaya layanan internet bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan jaringan fiber optik memerlukan fungsionalitas agar konektivitas berkecepatan tinggi tidak hanya tersedia di kawasan bisnis atau perkotaan, tetapi juga dapat menjangkau rumah tangga dan dimanfaatkan bersama oleh seluruh anggota keluarga.
“Internet bisa menekan biayanya menjadi lebih murah dengan cara memperluas fixed broadband,” ujar Wamen Nezar di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, dikutip InfoDigital , Sabtu (31/10/2026).
BACA JUGA:Kecepatan Internet Kabel RI Tembus 44 Mbps
Nezar, pemerintah menargetkan layanan internet dengan kecepatan 100 Mbps yang dapat dinikmati masyarakat di Tanah Air dengan tarif langganan sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu per bulan.
Skema tersebut diharapkan memberikan akses internet yang terjangkau bagi masyarakat dan manfaat ekonomi yang lebih besar. Sebab, akses internet akan dapat digunakan menjangkau lebih banyak keluarga.
“Dengan kecepatan 100 Mbps, masyarakat bisa membayar sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu. Ini akan memberikan dampak ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat,” jelasnya.
Perluasan jaringan telekomunikasi fixed broadband juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat fondasi dan jangkauan infrastruktur digital nasional.
Wamenkomdigi menegaskan, ketersediaan akses internet berkecepatan tinggi dengan tarif terjangkau penting untuk memperluas pemanfaatan teknologi digital, mulai dari kegiatan belajar, pekerjaan, pengembangan usaha, hingga akses layanan publik.
BACA JUGA:Pemerintah Fokus Tingkatkan Kualitas Jaringan 5G
Target Adopsi Seluler 5G
Pada kesempatan itu, Nezar juga menyampaikan, selain perluasan jaringan fiber optik, pemerintah menargetkan peningkatan penerapan teknologi 5G di Tanah Air dalam tiga hingga lima tahun mendatang.
“Kita akan meningkatkan adopsi teknologi 5G yang saat ini masih di bawah 10 persen, dengan target mendekati 30 hingga 40 persen dalam tiga sampai lima tahun ke depan,” ungkapnya.