Sembilan Bulan 2026, Laba Bersih Perusahaan Hashim Rp648 Miliar, Lompat 96%

Jumat 30-10-2026,10:37 WIB
Editor : AF Rahmani

Jakarta, ID – PT Solusi Energi Digital/Surge Tbk, emiten telekomunikasi digital milik Hashim Djojohadikusumo berkode saham WIFI, mencatat laba bersih Rp648,4 miliar pada 2026 hingga 30 September, lompat 96% dari periode sama setahun lalu (year on year/YoY) Rp330,2 miliar.

Laba bersih yang tumbuh nyaris 100% tersebut didapatkan dari total pendapatan bersih yang mencapai Rp2,96 triliun, tumbuh 192% YoY tahun 2025 senilai Rp1,01 triliun, setelah dikurangi beban biaya dan pajak.

Sementara itu, dari total pendapatan bersih yang mencapai Rp2,96 triliun, dikontribusi utama dari bisnis jaringan internet rumahan fiber-to-the-home (FTTH) Rp1,61 triliun dan bisnis baru Internet Rakyat (IRA) Rp163,5 miliar.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Surge Shannedy Ong menjelaskan, pendapatan dari Internet Rakyat, layanan internet rumah akses nirkabel tetap (FWA) 5G yang dirilis pada awal 2026, langsung meroket 491% menjadi Rp139,6 miliar pada kuartal III-2026.

“Itu menjadikan layanan tersebut sekitar 10% dari pendapatan kuartalan konsolidasi tujuh bulan setelah peluncuran komersialnya,” ungkap Shannedy, dikutip InfoDigital, Jumat (30/10/2026).

BACA JUGA:Surge Luncurkan Internet Rp100 Ribu di 82 Kota

Sementara itu, lanjut dia, bersamaan dengan peningkatan pendapatan FTTH sebesar 766% YoY, total pendapatan bersih Surge untuk sembilan bulan hingga 30 September 2026 pun tumbuh 192% YoY menjadi Rp2,96 triliun. 

Dampaknya, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) naik 288% menjadi Rp1,74 triliun, meningkatkan margin EBITDA sebesar 14,6 poin menjadi 58,6%. 

Dampaknya lebih lanjut, laba operasi Surge juga meningkat 139% menjadi Rp1,37 triliun dan laba bersih konsolidasi naik 96% menjadi Rp648,4 miliar pada Sembilan bulan 2026.

Target Jaringan Hingga Akhir Tahun

Shannedy melanjutkan, Surge menargetkan sekitar 5.500 lokasi akses nirkabel tetap (FWA)  dan sekitar 3,5 juta rumah FTTH bisa terjangkau hingga akhir tahun 2026.

Sementara itu, per 30 September 2026, perseroan telah merealisasikan lebih dari 2.000 lokasi akses FWA dan 3,2 juta rumah telah dijangkau jaringan FTTH. 

BACA JUGA:Internet Rakyat Surge Jangkau 3,1 Juta Rumah Tangga, Menuju Target 5 Juta Akhir 2026

Pada kuartal IV-2026, Surge pun akan fokus pada akselerasi aktivasi jaringan FTTH, meningkatkan pemanfaatan jaringan yang telah dibangun, dan penguatan kualitas layanan bagi pelanggan.

“Fase selanjutnya adalah tentang pemanfaatan, bukan hanya luas lahan. Setiap lokasi dan setiap rumah yang telah kami bangun merupakan kapasitas yang dapat kami manfaatkan sekarang,” jelas Shannedy Ong.

Kategori :