Jakarta, ID – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Grup GoTo), emiten teknologi yang menghadirkan Gojek dan GoPay berkode saham GOTO, mengumumkan pencapaian mencatat laba bersih tiga kuartal berturut-turut ( hattrick ) pada tahun 2026 di tengah berbagai tantangan.
Jadi, Grup GoTo berhasil membukukan hattrick laba bersih berturut-turut pada tahun 2026, yakni pada kuartal I, II, dan III untuk pertama kalinya, atau menyudahi selalu rugi pada kuartal dan tahun-tahun sebelumnya.
Terakhir, GoTo mencatat laba bersih Rp441 miliar pada kuartal III-2026 dibandingkan dengan masih rugi bersih Rp255 miliar pada kuartal ketiga 2025 (periode sama tahun yang lalu/ year on year /YoY).
Pencapaian laba bersih pada kuartal III-2026 diperoleh setelah perseroan membukukan nilai transaksi bruto (gross Transaction value /GTV) inti naik 89% YoY menjadi Rp194 triliun. Sementara itu, pendapatan bersihnya tumbuh 17% YoY menjadi Rp5,6 triliun.
Sementara itu, dari total GTV Rp194 triliun, segmen GTV layanan on-demand (Gojek) menyumbang Rp16,9 triliun atau tumbuh lebih lambat sebesar 1% YoY.
Selanjutnya, GTV dari segmen fintech (GoPay) berkontribusi Rp187 triliun yang diperoleh dari 2,8 miliar jumlah transaksi, atau tumbuh lebih pesat, yakni 86% YoY.
BACA JUGA:Semester I, GoTo Sudah Laba Bersih Rp423 Miliar
Direktur Utama GoTo Hans Patuwo menyampaikan, dengan pencapaian kuartal ketiga 2026, GoTo pun kembali mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut tahun ini.
“Pada kesempatan ini, kami juga akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 menjadi Rp3,5–3,7 triliun,” ungkap Hans, dikutip InfoDigital, Jumat (30/10/2026).
Dia menjelaskan, hasil tersebut dicapai di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir. Satu hal yang cukup berat, kuartal III-2026 menjadi periode penuh pertama GoTo hanya memperoleh komisi 8% dari 20% sejak diterapkan pada layanan ojek online GoRide.
Di tengah dinamika eksternal dari kebijakan pemerintah yang harus dipatuhi dan menjadi tantangan internal terberat tersebut, Hans menegaskan, kuncinya perusahaan fokus pada disiplin operasional dan alokasi modal.
BACA JUGA:Tarif Ojol GoRide Tak Naik Walau Bagi Hasil GoTo Turun Jadi 8%
Selain itu, Grup GoTo telah melakukan dua gebrakan besar guna semakin memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan meningkatkan citra dan kinerja.
Pertama, GoTo akan membatalkan 32 miliar saham tresuri yang setara dengan 2,7% dari total saham yang baru-baru ini telah disetujui pada pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).
Langkah tersebut dillakukan guna mengurangi jumlah saham yang beredar, sehingga juga akan berdampak pada peningkatan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada.