Jakarta, ID – Samsung Electronics Indonesia mengumumkan tim BryotechAlpha dan I-SEUNG sebagai pemenang kompetisi Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026.
Tim BryotechAlpha dari SMA Negeri 81 Jakarta meraih juara pertama kategori SMA/SMK/MA melalui karya AeroSpora. Sedangkan tim I-SEUNG dari Universitas Komputer Indonesia meraih juara pertama kategori Perguruan Tinggi melalui NovaSight.
Samsung Solve for Tomorrow merupakan kompetisi inovasi berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM) serta artificial intelligence (AI) untuk pelajar dan mahasiswa.
Tim BryotechAlpha dinilai berhasil mengembangkan AeroSpora, dinding lumut pintar yang memurnikan udara secara alami dengan dukungan internet of things (IoT) dan AI.
Sementara itu, Tim I-SEUNG menjadi juara karena mengembangkan NovaSight, aplikasi pembelajaran matematika inklusif berbasis AI untuk siswa tunanetra.
BACA JUGA:Pendaftaran Samsung Solve for Tomorrow 2026 Ditutup 29 Mei
Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia Anggi Paramita mengatakan, Samsung sangat mengapresiasi semangat, kreativitas, dan kepedulian yang ditunjukkan para peserta Samsung Solve for Tomorrow 2026.
“Kami bangga dan terinspirasi melihat generasi muda Indonesia mengubah tantangan di sekitar mereka menjadi ide dan solusi inovatif,” ujar Anggi, dikutip InfoDigital, Jumat (30/10/2026).
Samsung pun berharap, pencapaian tersebut menjadi langkah awal bagi para pemenang untuk terus belajar, mengembangkan inovasi, dan menciptakan dampak positif lebih luas bagi masyarakat melalui pemanfaatan STEM dan AI.
4.000 Pendaftar
SFT 2026 menerima lebih dari 4.000 pendaftar. Sebanyak 2.600 peserta mengikuti Design Thinking Workshop, sebelum 40 tim melaju ke tahap semifinal dan mendapatkan pelatihan teknis AI Amplification.
Pada tahap akhir, 10 tim terbaik dari masing-masing kategori SMA/SMK/MA dan Perguruan Tinggi mengikuti penjurian di hadapan dewan juri.
BACA JUGA:Samsung Innovation Campus Batch 8 Buka Pendaftaran hingga 18 Agustus
SFT 2026 menghadirkan tiga tema, yaitu Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan (Sustainability & Environment), Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga (Sport & Technology), serta Transformasi Pendidikan melalui STEM dan AI (Education).
Melalui ketiga tema tersebut, peserta didorong untuk mengidentifikasi permasalahan nyata, mengembangkan ide inovatif, dan mengeksplorasi pemanfaatan teknologi, termasuk AI.