Jakarta, ID – Total nilai investasi startup, usaha rintisan berbasis teknologi, di Indonesia telah tembus mencapai US$392 juta (sekitar Rp7,02triliun) pada 2026 hingga 5 Oktober, menurut data DS Group.
Jumlah nilai investasi startup di Indonesia tersebut menunjukkan sinyal awal perbaikan di tengah kesulitan pendanaan. Sebab, sepanjang tahun 2025, total nilai pendanaan startup US$358 juta (sekitar Rp6,41 triliun), atau selisih lebih rendah US$34 juta (sekitar Rp608,53 miliar).
Nilai pendanaan startup 2026 tersebut 9,5% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, meskipun 2026 belum berakhir. Sementara itu, jumlah transaksi mencapai 24 transaksi pada 2026 berjalan, dibandingkan 97 transaksi sepanjang 2025.
“Perkembangan tersebut membuka momentum untuk memperkuat kepercayaan investor dan memperluas peluang pertumbuhan perusahaan teknologi Indonesia,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi) Meutya Hafid, dikutip InfoDigital.
BACA JUGA:Jumlah Startup di Indonesia Berkurang 12 dalam Lima Bulan, Kini Tersisa 3.184 Perusahaan
Hal itu disampaikan Menkomdigi pada pembukaan gelaran Bali Tech Week (BTW) 2026 yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, Selasa (13/10/2026). BTW 2026 akan berlangsung satu pekan, yakni pada 19–23 Oktober 2026.
Dia melanjutkan, kenaikan nilai investasi startup itu merupakan sinyal positif, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa akses pendanaan startup telah membaik secara merata di seluruh ekosistem.
Startup merupakan salah satu penggerak utama ekonomi digital di Tanah Air. Laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, memperkirakan, nilai transaksi bruto (gross merchandise value/GMV) ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$99 miliar pada 2025, tumbuh 14% dibandingkan tahun sebelumnya .
Dengan potensi tersebut, Indonesia pun saat ini punya modal yang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital dan teknologi global. Namun, hal ini juga perlu dukungan investasi dan pengembangan industri teknologi nasional.
BACA JUGA:Kemenperin Telah Bina 2.577 Startup
Gelaran Bali Tech Week 2026
Sementara itu, Komdigi telah meluncurkan Bali Tech Week 2026 (BTW 2026) yang akan berlangsung di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, pada 19–23 Oktober 2026.
Sementara itu, gelaran berskala global tersebut menjadi payung kegiatan teknologi yang mengolaborasikan 13 anchor events dengan target lebih dari 4.000 peserta, 1.000 delegasi internasional, dengan perwakilan dari 30 negara.
BTW 2026 digelar dengan tujuan memperkuat kepercayaan investor dan pelaku industri serta mendorong investasi dan pengembangan teknologi di Indonesia.
BTW 2026 menghimpun 13 kegiatan utama yang meliputi BTW Con, Telkom Sovereign Tech Summit, HUB.ID Summit, IGDX 2026, KORIKA AIIS 2026, ITSEC AICX 2026, Tokocrypto Digital Summit, Digital Economy Policy Forum, Endeavor Global Forum, Bali Capital Circle, Foundry Collective Incubator Launch, Sira Village Excursion Trip, dan UDImpact.