Sektor TIK Indonesia Tumbuh 6,97% pada Kuartal II-2026, Ini Pendorongnya

Senin 12-10-2026,13:00 WIB
Editor : AF Rahmani

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, emiten telko digital terbesar di Tanah Air dengan kode saham TLKM, mencatat laba bersih tumbuh 1,4% dibandingkan setahun sebelumnya (year on year/YoY) menjadi Rp10,6 triliun, dengan margin laba bersih 14,0% pada semester I-2026. 

Pencapaian itu didapatkan dari total pendapatan konsolidasi Telkom Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). 

Kinerja Telkom terutama ditopang oleh anak usahanya, Telkomsel, yang berkontribusi Rp Rp55,6 triliun (73,25%) terhadap total pendapatan usaha TelkomGroup pada semester I-2026 tersebut.

Kinerja Telkomsel terutama ditopang oleh konsumsi/trafik data seluler yang meningkat 0,8% dibanding tahun sebelumnya menjadi 11,8 juta terabyte.

BACA JUGA:2025, Sektor TIK RI Tumbuh Tembus 8%

Sementara itu, pada semester I-2026, XLSMART mencatat total pendapatan Rp24,03 triliun, tumbuh 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). 

Sementara itu, laba bersih XLSMART yang dinormalisasi (Normalized PAT) melonjak 294% YoY menjadi Rp2,73 triliun, disebut mencerminkan semakin kuatnya profitabilitas seiring berkurangnya biaya integrasi dan percepatan realisasi sinergi.

Hal itu ditopang oleh trafik layanan data yang tumbuh 19% YoY menjadi 7.934 petabytes yang didorong tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital, termasuk streaming, mobile gaming, dan layanan berbasis cloud.

Secara keseluruhan, jaringan XLSMART di Indonesia kini didukung lebih dari 265 ribu BTS yang melayani lebih dari 69,4 juta pelanggan di berbagai wilayah.

Selanjutnya, PT Indosat Tbk meraih laba bersih Rp2,51 triliun pada semester I-2025, turun 14,6% dibandingkan pencapaian semester I-2024 masih mencapai Rp2,92 triliun. 

Penurunan laba bersih itu juga seiring dengan perolehan total pendapatan Indosat yang senilai Rp27,1 triliun, turun Rp866,7 miliar (3,1%) dibandingkan periode satu tahun yang lalu (year on year/YoY) masih Rp27,98 triliun.

Kinerja Indosat tersebut ditopang oleh basis pelanggan perusahaan yang tercatat 95,4 juta. Jumlahnya turun 5,5 juta pelanggan yang disebabkan oleh konsolidasi kartu seluler (SIM card) di pasar.

Hal itu seiring dengan trafik data perseroan yang mengalami peningkatan 3,6% menjadi 8.249 peta byte (PB) dari setahun sebelumnya 7.965 PB. (lmm)  

Kategori :