9 Situs Kampus dan Instansi Disusupi Iklan Judi Online

Senin 12-10-2026,09:02 WIB
Editor : AF Rahmani

Persoalan penyusupan promosi iklan judi online terjadi karena situs tidak dikelola dan diamankan dengan baik. Para penyusup pun dengan mudahnya ‘menitipkan’ konten judi online.

Celakanya, jurnal kampus merupakan salah satu domain yang dipercaya karena memuat karya ilmiah dan sering dikutip oleh Google, sehingga menjadi referensi utama hasil search engine. 

“Penyusup memanfaatkan hal itu guna menempatkan promosinya pada posisi tinggi di hasil pencarian. Ibaratnya numpang pasang spanduk judi di gerbang kampus, gratis pula,” kata Alfons. 

Menurut dia, dari penelusuran Vaksincom, pada satu situs jurnal saja ditemukan belasan halaman yang disusupi sekaligus, mulai dari halaman kontak, susunan redaksi, hingga halaman artikel ilmiahnya.

“Nama institusi sengaja tidak disebutkan karena tujuannya bukan mempermalukan, melainkan supaya masalahnya segera dibereskan,” pungkas Alfons. 

BACA JUGA:Pemberantasan Judi Online Tak Cukup Hapus Konten, Pemerintah Bidik Hingga Aliran Dananya

Situs Tampak Normal

Dia menyampaikan, yang membuat kasus tersebut menjadi sulit disadari oleh para pengelola situs web karena adanya pengalih (forwarder) tersembunyi yang hanya aktif saat dicari di mesin pencari Google. 

Ibarat bunglon, ‘warnanya berubah tergantung siapa yang melihat’. Jika dibuka buka langsung pada halaman utama, tampilan situs tetap normal. Namun, jika situs dicari melalui serach Google, kita akan menemukan halaman judi. 

Karena itu, pengelola situs tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi dcan menganggap situsnya baik-baik saja. Ketika dibuka langsung dari halaman utama portal terlihat tidak ada masalah. 

“Tetapi ketika di Google, situsnya sudah jadi papan iklan judi,” tuturnya.

Pada kasus lain, situs PT malah ada yang menampilkan jendela penipuan berkedok ‘tarik uang’ kepada pengunjung. Pengunjung yang percaya pun tidak hanya digiring ke aktivitas judi online, tapi juga berisiko kehilangan uang. (afm)

Kategori :